Prabowo Mau Bikin 1.582 Kapal Ikan Nelayan, Ingin Ikan RI Tak Diambil Asing

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto berbicara di hadapan warga Kampung Nelayan, Desa Leato Selatan, Gorontalo pada Sabtu (9/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto berbicara di hadapan warga Kampung Nelayan, Desa Leato Selatan, Gorontalo pada Sabtu (9/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan akan meresmikan 1.386 kampung nelayan pada tahun 2026 ini. Selain itu, ia menyebutkan akan membangun 1.000 kampung nelayan setiap tahunnya.

Hal itu disampaikannya saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leaoto Selatan, Gorontalo pada Sabtu (9/5).

“Kita akan resmikan desa nelayan, kampung nelayan seperti ini totalnya tahun ini 1.386. Dan tahun depan kita akan bangun lagi 1.000 dan seterusnya kita akan bangun tiap tahun 1.000, 1.000, 1.000,” kata Prabowo.

Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia memiliki 12.000 desa nelayan. Ia tak memungkiri bahwa penambahan jumlah kampung nelayan merupakan tugas yang besar, namun hal ini adalah komitmennya terhadap para nelayan.

“Ini pekerjaan besar, tapi kita bangsa yang berani. Saya sering diejek Prabowo ini, ini, Prabowo itu, itu, tapi saya tidak ragu-ragu untuk rakyat kita tidak ragu-ragu. Kita berada di jalan yang benar. Rakyat kita harus sejahtera. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera. Saya ingin senyum tiap hari karena penghasilannya baik,” tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan di Desa Leato Selatan, Gorontalo pada Sabtu (9/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Selain kampung nelayan, Prabowo juga menyebut akan membangun 1.582 kapal ikan. Kapal-kapal tersebut, katanya, akan dibagi melalui koperasi yang juga akan dibentuk.

“Nanti bapak-bapak nelayan dengan keluarganya bikin koperasi. Nanti akan diatur apakah 30 nelayan satu koperasi atau 30 nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada kapal-kapal besar ya,” ujarnya.

Prabowo mengatakan tujuan pembuatan kapal ini agar pengambil ikan di laut Indonesia bukanlah kapal asing. Ia mengharapkan rakyat Indonesia yang menjadi pemeran utama dalam mengambil ikan.

“Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil,” tegasnya.