Prabowo Mau Tambah Fakultas Kedokteran: Harus Efisien, Jangan Pakai Aturan Kuno
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto memandang kondisi tenaga kesehatan di Indonesia masih kekurangan. Oleh karena itu, ia meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan kementerian terkait untuk menambah fakultas bidang kesehatan seperti fakultas kedokteran maupun keperawatan.
“Kita masih kurang dokter, karena itu Menteri Kesehatan saya minta juga nanti Menteri Pendidikan kita harus segera tambah fakultas kedokteran kita harus tambah juga akademi keperawatan,” kata Prabowo saat resmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital, Denpasar, pada Rabu (25/6).
Tak hanya itu, Prabowo juga meminta agar dokter-dokter spesialis diperbanyak. Ia meminta agar pendidikan untuk tenaga kesehatan dilakukan secara efisien dan tidak terbelit dengan birokrasi.
“Kita harus tambah pendidikan spesialis, dengan efisien dan jangan terlalu terhimpit oleh prosedur-prosedur dan peraturan-peraturan kuno, dan peraturan yang tidak bisa menjawab kesulitan dan tantangan masa kini,” ungkapnya.
“Kita harus mengejar bangsa lain, kita tidak bisa pakai cara-cara yang lama, cara-cara yang tidak efisien, cara-cara yang boros manajemen yang gak bener, tinggalkan itu tidak ada tempat, rakyat Indonesia tidak mau dengan sistem seperti itu, rakyat Indonesia menuntut pemerintah yang efisien,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga sekaligus memberikan apresiasi kepada Menteri Kesehatan karena peralatan medis di Rumah Sakit Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center ini cukup canggih. Ia meminta agar para tenaga kesehatan terus dididik agar dapat menggunakan alat-alat medis yang semakin canggih.
“Saya sangat apresiasi Menteri Kesehatan kita sudah banyak memiliki alat-alat yang terbaik dan tercanggih di dunia, dan mulai masuk di Indonesia,” ucapnya.
“Karena itu dengan ada KEK ini saya kira kita boleh berbangga atas apa yang sudah kita miliki sekarang, saya sudah keliling, saya melihat lumayan canggih,” tutup Prabowo.
