Prabowo: MBG Uang Rakyat, Harus Disiapkan Baik, Supaya tak Ada Penyimpangan
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan, sakit perut akibat salah makan sebenarnya suatu hal yang biasa. Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah bertanggung jawab atas kasus keracunan yang terjadi akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ini (MBG) adalah uang rakyat. Harus disiapkan dengan baik. Persiapannya harus matang. Supaya tidak terjadi penyimpangan. Dari sekian juta ada kekurangan, ada yang mereka bilang keracunan, ya namanya sakit perut biasa sebetulnya," ujar Prabowo dalam pidatonya pada Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11).
"Makan di warung, sering. Saya makan di rumah saja juga sering salah makan. Kadang-kadang kurang cuci tangan. Tapi kita ambil alih tanggung jawab," sambungnya.
Prabowo menekankan, tidak boleh ada sedikit pun penyimpangan dalam pelaksanaan Program MBG. Karenanya, kata dia, pemerintah kini melakukan persiapan yang lebih ketat dalam produksi MBG.
"Pemantauan lebih keras. Kita minta semua prosedur yang perlu diambil, harus diambil. Alat pembersih ompreng, alat filtrasi air dan sebagainya," jelas dia.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut rakyat merasakan manfaat dari MBG. Meskipun jika ada orang yang tidak setuju dengan MBG, Prabowo tetap mewajarkan mereka. Sebab, kata dia, sebagian besar rakyat setuju atas pelaksanaan MBG.
"Sebagian besar merasakan manfaatnya. Dan kita akan rasakan manfaatnya. Tanya guru, anak-anak itu merasa manfaat atau tidak dapat makanan sekali makan di sekolah. Saya haqulyakin mereka merasakan manfaatnya, mereka akan jadi lebih kuat, dia akan makan protein, dia akan jadi lebih tinggi, ototnya lebih baik. Tulangnya lebih kuat. Sel otaknya lebih cerdas," pungkasnya.
