Prabowo-MBS Prihatin Bencana Kemanusiaan di Gaza & Kutuk Blokade Israel

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan dan presiden terpilih Prabowo diterima Pangeran MBS di Jeddah, Rabu (12/6/2024). Foto: X/@Kemhan_RI
zoom-in-whitePerbesar
Menhan dan presiden terpilih Prabowo diterima Pangeran MBS di Jeddah, Rabu (12/6/2024). Foto: X/@Kemhan_RI

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) menyerukan masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah praktis dalam mengakhiri bencana kemanusiaan di Gaza, Palestina.

"Mereka [Presiden Prabowo dan Pangeran MBS] meminta masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah praktis guna mengakhiri bencana kemanusiaan di Gaza dan menekankan perlunya Israel mematuhi gencatan senjata," demikian pernyataan bersama kedua negara, Rabu (2/7).

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud, di Istana Al-Salam, Jeddah, Rabu (2/7). Foto: Kementerian Media Arab Saudi

Dalam pernyataan tersebut, kedua pemimpin menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang terjadi di Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Mereka menegaskan kembali komitmen Indonesia dan Arab Saudi untuk terus memberikan dukungan, bantuan kemanusiaan, dan pertolongan darurat guna mengatasi dampak agresi Israel.

"Terkait perkembangan di Palestina, kedua belah pihak menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana kemanusiaan di Gaza dan menegaskan kembali komitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan dan pertolongan darurat guna mengatasi dampak agresi Israel," bunyi lanjutan pernyataan itu.

"Kedua belah pihak juga mengutuk kebijakan Israel dan penggunaan blokade dan kelaparan sebagai senjata terhadap warga sipil di Jalur Gaza," lanjutnya.

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud, di Istana Al-Salam, Jeddah, Rabu (2/7). Foto: : Kementerian Media Arab Saudi

Tolak Relokasi Warga Palestina

Kedua belah pihak juga menyatakan penolakan penuh atas segala bentuk pemindahan warga Palestina, baik di dalam maupun di luar wilayah mereka, dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Tindakan semacam itu dianggap memperburuk penderitaan rakyat Palestina.

"Mereka menyatakan penolakan penuh atas pemindahan warga Palestina di dalam atau di luar wilayah mereka, dengan menganggapnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang nyata," lanjutnya.

Selain itu, kedua negara mengecam Israel yang terus menargetkan pekerja kemanusiaan dan menegaskan pentingnya peran masyarakat internasional dalam menekan Israel agar mematuhi hukum internasional serta berbagai resolusi PBB. Mereka menyerukan agar semua negara mengutuk pelanggaran tersebut secara tegas.

Presiden Prabowo dan Pangeran MBS juga mendorong masyarakat internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel sesuai dengan hukum internasional dan menekannya agar memenuhi kewajibannya sebagai negara. Hal ini termasuk mendesak Israel untuk membuka akses bagi bantuan kemanusiaan.

Seorang wanita Palestina berjalan melewati tembok rusak berlogo UNRWA di sebuah kamp pengungsi internal di Rafah di Jalur Gaza selatan (28/5/2024). Foto: EYAD BABA/AFP

"Kedua belah pihak juga menekankan perlunya mengizinkan organisasi kemanusiaan internasional untuk memainkan peran mereka dalam menyediakan bantuan kemanusiaan dan pemulihan bagi rakyat Palestina, termasuk organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), dan untuk mendukung upaya mereka dalam hal ini," ungkapnya.