Prabowo-Megawati Gandengan Tangan, Gerindra: Persahabatan Mereka Sangat Kuat
·waktu baca 4 menit

Partai Gerindra menilai keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila mencerminkan kuatnya persahabatan kedua tokoh tersebut.
Juru bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong mengatakan momen keakraban Prabowo dan Megawati menunjukkan pentingnya persatuan para pemimpin bangsa di tengah tantangan global saat ini.
“Ya kalau saya sih melihatnya ini sesuatu yang baik ya, artinya di saat situasi atau tantangan global geopolitik kita, geoekonomi kita yang memang membutuhkan persatuan, ini para pemimpin-pemimpin kita guyub bukan hanya Pak Prabowo dengan Ibu Megawati, tentu dengan pemimpin-pemimpin lain kemarin juga Pak Jusuf Kalla datang dengan Wapres-Wapres yang lain juga datang,” kata Bahtra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6).
Menurutnya, kebersamaan para tokoh bangsa tersebut menunjukkan para pemimpin Indonesia mampu bersatu menghadapi berbagai tantangan.
Bahtra juga menilai sikap Prabowo yang menghormati para pemimpin terdahulu patut menjadi teladan bagi generasi muda dan para elite politik.
“Yang kedua adalah inilah sikap Pak Prabowo yang perlu dicontoh bagi generasi muda bagi terutama para politisi kita ya elite-elite kita, bahwa Pak Prabowo selalu menghargai para pemimpin-pemimpin terdahulu,” tuturnya.
Ia mengatakan, dalam berbagai kesempatan, Prabowo selalu mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bergotong royong membangun Indonesia.
“Pak Prabowo setiap berpidato selalu mengajak bagaimana kita bersatu, bagaimana kita membangun bangsa ini dengan bersama-sama, kegotongroyongan, karena memang kan kultur bangsa kita kan berbeda dengan bangsa-bangsa lain. Dan ini patut dicontoh sikap seperti ini,” katanya.
Bahtra menegaskan bahwa hubungan Prabowo dan Megawati bukan sekadar hubungan politik biasa, melainkan persahabatan yang telah terjalin sejak lama.
“Yang paling penting yang ketiga adalah itu juga menunjukkan bahwa hubungan Pak Prabowo dengan Ibu Megawati, persahabatan beliau kita bisa lihat bahwa itu adalah persahabatan yang sangat kuat,” katanya.
Menurut Bahtra, keduanya memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik nasional yang membuat hubungan tersebut tetap terjaga hingga kini.
“Dan kalau kita lihat historinya memang Pak Prabowo dengan Ibu Megawati kan punya histori persahabatan yang cukup lama cukup panjang. Jadi mungkin itu semua yang menyebabkan bahwa di setiap momentum, setiap pertemuan, Pak Prabowo memperlihatkan keakraban yang lebih tentu dengan Ibu Megawati dibanding yang lain,” ujarnya.
Saat ditanya apakah momen Prabowo menggandeng tangan Megawati menjadi sinyal menggandeng PDIP ke dalam pemerintahan, Bahtra tidak menjawab secara langsung.
Namun, ia menekankan kader-kader PDIP selama ini tetap mendukung program-program prioritas Presiden Prabowo yang berpihak kepada rakyat.
“Kalau kita sih ya bahwa PDIP misalnya sampai hari ini juga kita lihat teman-teman PDIP, saya juga di Komisi II, mereka selalu mendukung program-program prioritas Presiden Prabowo terutama yang menyangkut soal kepentingan rakyat, kepentingan orang banyak,” kata Bahtra.
“Saya lihat sih hari ini ya, dan Gerindra, Pak Prabowo juga sudah menyampaikan di pidato pada saat paripurna DPR bahwa beliau juga nggak anti kritik dan bahkan berterima kasih kepada PDIP yang senantiasa mengingatkan kalau ada hal-hal yang mungkin dianggap bagi PDIP kurang tepat,” lanjutnya.
Menurut Bahtra, kritik yang disampaikan secara konstruktif merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi dan dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
“Tetapi kan kita menghargai kritik, ya inilah bangsa kita bangsa demokrasi kita harus menghargai semua pendapat, menghargai semua kritikan dan itu vitamin bagi pemerintah terus kemudian untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat agar sasarannya juga tepat kepada seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, senyum Megawati merekah setelah saling menyapa dengan Presiden Prabowo Subianto. Momen itu terjadi usai Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Senin (1/6).
Setelah menyampaikan amanat upacara dan upacara selesai, Prabowo yang turun dari mimbar upacara, langsung menyapa sejumlah tokoh yang turut hadir, termasuk Megawati.
Prabowo menyapa Presiden ke-5 RI yang berdiri di sebelah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. Tampak sejenak Prabowo dan Megawati yang saling berbincang hingga terlepas tawa dari Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut.
Masih dalam momen yang sama, usai berbincang dan melanjutkan sembari berjalan, Prabowo mempersilakan Megawati untuk berjalan lebih dahulu. Menyambut hal itu, Megawati balik mempersilakan Prabowo.
Menanggapi Megawati, Prabowo justru kembali mempersilakan, kali ini dengan menggandeng tangan Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut. Terlihat Prabowo yang berbincang dan disambut tawa Megawati.
