Prabowo Minta Bertemu Trump, Tarif Dagang Bakal Dibahas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto bersiap menyampaikan pengarahan dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI di Menara Mandiri, Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto bersiap menyampaikan pengarahan dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI di Menara Mandiri, Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Presiden Prabowo telah menyampaikan permintaan untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kedua pemimpin akan membahas tarif dagang yang dijatuhkan Trump.

Indonesia dijatuhi tarif dagang sebesar 32 persen oleh pemerintahan Trump. Meski demikian, pada Rabu (9/4) Pemerintah AS mengumumkan penundaan pemberlakuan tarif selama 90 hari.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: Carlos Barria/REUTERS dan ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Trump beralasan penundaan selama 90 hari lantaran banyak pihak merespons berlebihan keputusannya terkait tarif dagang.

Adapun keterangan Menlu Sugiono, Presiden Prabowo sebenarnya meminta bertemu Trump tak lama setelah pelantikan pada Januari 2025 lalu.

"Kita sudah melayangkan permintaan pertemuan dengan Presiden Trump itu beberapa waktu yang jauh sebelum tarif. Dan tentu saja dalam kaitannya dengan hubungan bilateral antara kedua negara," ucap Sugiono di Ankara, Kamis (10/4).

Sugiono mengakui belum bisa memastikan kapan Prabowo akan berangkat ke AS.

"Ya tergantung kapan diterima," ucap Sugiono.

Dia lalu memastikan, tarif dagang akan menjadi bahasan pertemuan Prabowo dan Trump bila nantinya terwujud.

"Ya dengan perkembangan ini saya kira itu juga akan dibicarakan. Kita lihat saja nanti," tegas Sugiono.