Prabowo Minta Maaf ke Budiman Sudjatmiko: Dulu Saya Kejar, Sekarang Mau Gabung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Budiman Sudjatmiko (berbatik merah) dan Prabowo Subianto hadir dalam deklarasi PraBu. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Budiman Sudjatmiko (berbatik merah) dan Prabowo Subianto hadir dalam deklarasi PraBu. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Capres Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) Prabowo Subianto menghadiri acara relawan Prabowo-Budiman Sudjatmiko di Maria Convention Center, Semarang, Jumat (18/8). Ia mengaku terharu, eks aktivis '98 itu mau mendukungnya di Pilpres 2024.

"Saya harus sampaikan beberapa hal yang penting. Sebenarnya pertemuan ini bisa dikatakan mustahil, impossible. Karena Saudara Budiman berada di pihak yang berseberangan," kata Prabowo dalam sambutannya.

Budiman saat ini masih menjadi politikus PDIP yang mempunyai capres Ganjar Pranowo.

Prabowo kemudian bercerita soal peristiwa yang terjadi di tahun 1998. Saat itu Budiman dan aktivis '98 lainnya harus 'berhadapan'.

Saat itu Prabowo menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Ia baru dilantik Soeharto pada Maret 1998.

Isu pun menguat. Prabowo disebut-sebut sebagai salah satu tokoh penting di balik peristiwa kerusuhan tahun 1998. Sementara Budiman adalah anak muda yang menentang segala bentuk otoritarianisme Orde Baru saat itu.

"Dulu saya diperintah untuk ngejar-ngejar saudara Budiman. Tapi sejak dulu dalam hati saya, saya sudah merasakan bahwa anak muda ini, karena 30 tahun yang lalu dia masih muda. Saya dulu agak muda, sekarang jiwanya yang masih muda," urai dia.

"Saya terharu karena seorang Budiman mau bergabung dengan saya berjuang bersama. Dari dulu Budiman ini adalah orang memang saya harus katakan tidak hanya cemerlang pemikirannya tapi juga bersih hatinya dan berani orangnya," ungkap Prabowo.

Minta Maaf

Prabowo pun tak segan meminta maaf ke Budiman atas peristiwa tahun 1998. Sekali lagi ia menegaskan itu bukan atas keinginan pribadinya.

"Saya ingin mnta maaf ke saudara, tapi dulu bukan kehendak saya. Sekarang dengan anda bergabung, saya merasa sangat diperkuat," jelas dia.

"6 bulan yang lalu saya merasa adegan ini immpossible sekali," tutup Prabowo.