Prabowo Minta Maaf Sekolah NU Belum Dapat Panel Interaktif, Janji Kirim 4 Unit

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada Pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada Pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto meminta maaf belum memberikan interactive flat panel atau panel interaktif kepada sekolah-sekolah yang dikelola Nahdlatul Ulama (NU). Ia berjanji akan memberikan masing-masing sekolah 4 unit.

Hal ini diungkapkan Prabowo saat pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).

"Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama, minta maaf karena saya baru tahu bahwa layar interaktif panel, banyak sekolah-sekolah, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima. Ini adalah ke-meleset-an administrasi," kata Prabowo.

Potret belajar menggunakan papan interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) di SMPN 1 Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (25/11/2025). Foto: SMPN 1 Samarinda

Menurutnya ini merupakan persoalan administrasi. Pasalnya, karena sekolah dan pesantren merupakan di bawah naungan Kementerian Agama, bukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Beliau tidak salah (Mendikdasmen Abdul Mu'ti) karena Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri kan begitu. Sekolah-sekolah di bawah NU di urus oleh Menteri Agama, benar," tutur Prabowo.

Namun dia memastikan bahwa hal ini tidak akan menjadi permasalahan. Meskipun terlambat, pemerintah akan memberikan layar interaktif digital ke sekolah dan pesantren NU. Bahkan menambahnya jumlahnya dari jatah yang diberikan kepada sekolah negeri.

"Semua sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri," katanya.

"Tahun lalu semua sekolah negeri terima satu layar, satu ruang kelas. Tahun ini sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga. Tapi NU segera akan nerima langsung empat, jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi," ujar Prabowo.