Prabowo: Orang Tua Saya Dulu Berseberangan dengan Bung Karno

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto meresmikan patung Soekarno di Kantor Kementerian Pertahanan. Foto: Kemhan RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto meresmikan patung Soekarno di Kantor Kementerian Pertahanan. Foto: Kemhan RI

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan ada banyak yang harus dievaluasi dari bangsa Indonesia di tengah dinamika regional dan internasional. Menurutnya, para pendiri bangsa atau the founding fathers telah menghasilnya sejumlah karya agung.

Meski demikian, Prabowo mengungkapkan keluarganya sempat berseberangan dengan Presiden Sukarno.

"Kalau Bapak perhatikan di belakang saya ada lukisan Bung Karno. Padahal banyak yang tahu sebenarnya keluarga orang tua saya dulu berseberangan dengan Bung Karno. Sama juga Pak Yusuf dan Pak Harican dan Pak Sofyan," kata Prabowo dalam peringatan 50 Tahun CSIS, Senin (16/8).

Namun walau berseberangan, ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo, selalu mengajarkan bahwa Bung Karno adalah pemersatu bangsa, yang membawa Indonesia pada kemerdekaan.

"Tetapi orang tua saya, Pak Soemitro, selalu ajarkan ke saya walaupun berseberangan secara politik, tapi secara hakiki Bung Karno adalah pemersatu bangsa," ungkap Prabowo.

Presiden Pertama Indonesia Sukarno. Foto: AFP

"Bung Karno yang membawa kita ke kemerdekaan, berhasil persatukan ratusan suku, ratusan bahasa daerah dan ratusan budaya, berbagai agama besar sehingga bisa jadi satu dan bisa mendirikan sebuah negara. Kecemerlangan selanjutnya generasi tersebut tidak memiliki bahasa mayoritas sebagai bahasa kebangsaan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan keberhasilan suatu negara hanya ada satu ujiannya, yaitu apakah bisa membawa kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya. Menurutnya, kehidupan yang lebih baik artinya rakyat harus merasa aman dan terlindungi.

"Kedua, rakyat harus merasa sejahtera dan tentunya rakyat harus merasa nyaman. Sebenarnya bangsa-bangsa besar, sebagai contoh Amerika Serikat, pernah juga punya suatu katakanlah suatu tujuan nasional yang disebut Life Laborty and Pursuit of Happiness," jelasnya.

Atas dasar itu, Prabowo mengungkapkan masih berjuang dalam politik lewat Partai Gerindra agar pemerataan dan kesejahteraan harus dirasakan masyarakat.

"Dan negara harus hadir untuk melindungi seluruh bangsa dan rakyat Indonesia," pungkasnya.