Prabowo: Pancasila Lahir Bukan dari Ruang Kosong, Sebuah Konsensus Agung
·waktu baca 2 menit

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila lahir dari perjalanan sejarah, pengalaman, budaya, serta cita-cita bangsa Indonesia, bukan muncul secara tiba-tiba tanpa landasan yang kuat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6).
Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa tahun ini bangsa Indonesia memperingati 81 tahun lahirnya Pancasila yang pertama kali digagas oleh Soekarno di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
"Hari ini kita peringati 81 tahun hari lahirnya Pancasila. 81 tahun yang lalu, Bung Karno berdiri di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah negara Republik Indonesia," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, keberadaan Pancasila menjadi titik temu yang menyatukan keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, bahasa, dan budaya.
"Pancasila lahir bukan dari ruang kosong. Pancasila lahir dari sejarah, pengalaman, budaya, dan cita-cita bangsa Indonesia sendiri. Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa," ujarnya.
Ia menilai tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, yakni "Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia", memiliki relevansi yang kuat di tengah kondisi global yang penuh tantangan.
"Karena itulah tema peringatan tahun ini, 'Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia', memiliki makna yang sangat mendalam," katanya.
Prabowo menyoroti situasi dunia yang saat ini diwarnai berbagai konflik, rivalitas geopolitik, perang dagang, serta ketidakpastian ekonomi. Di tengah kondisi tersebut, menurutnya Indonesia memiliki pijakan yang kokoh melalui nilai-nilai Pancasila.
"Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila," tandas dia.
