Prabowo: PDIP Sebetulnya Satu Hati dengan Kita, Tapi Kita Tak Masalah Dikritik

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Presiden Prabowo Subianto mengatakan perbedaan pilihan politik tidak seharusnya dipandang sebagai permusuhan permanen. Menurutnya, dinamika politik memungkinkan pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan untuk kembali bekerja sama.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).

"Jadi saudara-saudara, bersaing itu baik, bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak ada masalah, nanti juga gabung lagi," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus menyinggung PDIP. Ia meyakini partai berlambang banteng tersebut memiliki cita-cita yang sejalan dengan pemerintah, terutama dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"PDIP juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita. Benar, coba cek. Gali hatinya, sebetulnya sama," ujarnya.

Prabowo menilai kesamaan tersebut berakar dari pemikiran para pendiri bangsa, termasuk Presiden pertama RI Soekarno dan Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta, yang merumuskan UUD 1945 sebagai dasar penyelenggaraan negara.

"Ini Undang-Undang Dasar 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama," tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Puncak Harlah PKB ke-28 di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Youtube/ DPP PKB

Sambil bercanda, Prabowo kemudian menambahkan bahwa para pendiri bangsa hanya tidak sempat membuat rekomendasi seperti tradisi ijtima ulama yang dikenal saat ini.

"Hanya belum bikin rekomendasi seperti ijtima ulama, belum," ucapnya yang disambut tawa hadirin.

Selain berbicara mengenai persaingan politik, Prabowo juga menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan kritik yang disampaikan kepada pemerintah. Menurutnya, kritik justru menjadi bagian penting untuk memperbaiki jalannya pemerintahan.

"Tapi kita enggak ada masalah dikritik. Itu baik. Kritik itu menyelamatkan. Kritik itu mengingatkan sebetulnya," kata Prabowo.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi caci maki maupun fitnah.

"Tapi ada beda kritik dan caci maki, ya kan. Kritik dengan fitnah itu beda," ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah akan tetap fokus bekerja selama berada di jalur yang benar dan menjalankan amanat konstitusi.

"Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita menjalankan kebenaran, kalau kita berada di jalan yang benar, tidak ada masalah. Kita terus akan kuat. Keyakinan kita," kata Prabowo.