kumparan
27 Agu 2019 13:52 WIB

Prabowo Punya Lahan di Penajam, Gerindra Usul Ibu Kota di Jonggol

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Presiden Joko Widodo telah mengumumkan lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur, yakni di sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Rupanya, di wilayah calon ibu kota, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki lahan, tepatnya di Penajam Paser Utara.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo, membenarkan hal tersebut. Meski belum tahu lokasi persisnya, apakah termasuk dalam lahan calon ibu kota, Edhy meyakini Prabowo akan merelakan tanahnya demi kepentingan negara.
"Ada sebagian (lahan Prabowo), kita tidak tahu detailnya di mana-mana. Peta lokasinya belum tahu Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara. Memang ada lahan di Penajam Paser Utara. Tetapi tidak tahu eksplisit spesifiknya di mana. Saya pikir kita tidak perlu berpolemik tentang itu," kata Edhy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8).
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Edhy Prabowo. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
"Bicara apa pun Pak Prabowo sudah menyampaikan kepada publik, kepada kita semua, kepada seluruh rakyat Indonesia. Manakala diperlukan untuk kepentingan negara, beliau akan siap untuk memberikan apa pun yang beliau miliki," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Edhy mengakui Partai Gerindra memang mendukung agar ibu kota dipindahkan. Namun, kata dia, usulan Gerindra adalah lokasi ibu kota awalnya di Jonggol, Jawa Barat.
"Kami sampaikan, kami sendiri itu mengusulkan bukan di Kaltim, (tapi) di Jonggol. Kenapa harus ke Kaltim kalau di Jonggol bisa, itu saran kami," jelas Edhy.
Gerbang Selamat Datang di Kabupaten Penajam Paser Utara. Foto: Wikipedia
Yang jelas, lanjut Edhy, tidak ada satu pun pertimbangan politik dari Prabowo terkait keputusan Presiden Jokowi memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur.
"Pak Presiden punya pemikiran lebih besar dari itu. Tidak hanya itu, dan sekalipun tidak ada apa-apanya bagi kami, demi kebaikan bangsa dan negara kami akan lakukan itu. Bahkan kalau diminta lahan kami pun saya yakin Pak Prabowo akan kasih," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan Dahlan Iskan
Sementara itu, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam laman pribadinya disway.id mengungkapkan sangat paham dengan lokasi ibu kota yang baru. Ia bercerita pernah berniat membeli lokasi untuk pembangkit listrik tenaga nuklir Thorium di sebuah pulau di Teluk Balikpapan.
Diceritakan juga, lewat teluk itu kayu-kayu diekspor dalam bentuk gelondongan. Kayu-kayu itu menghasilkan pundi-pundi dolar, yang saat itu hak penebangan hutannya diberikan ke perusahaan asing dari Amerika Serikat, International Timber Corporation Indonesia (ITCI), yang berpusat di Oregon.
Dahlan Iskan. Foto: Munady Widjaja
Namun, menurut Dahlan, kini pemilik perusahaan itu sudah berganti, yakni Prabowo Subianto.
"Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto," ungkap Dahlan.
ADVERTISEMENT
Terkait usulan Gerindra agar ibu kota di Jonggol sudah pernah diucapkan oleh Waketum Gerindra, Fadli Zon. Tak hanya itu, rupanya, wacana ibu kota ke Jonggol juga pernah menjadi opsi lokasi baru selain Kalimantan. Hal itu diakui oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bambang Brodjonegoro.
"Kita punya wacana ibu kota ke Jonggol (Bogor), itu sejak zaman Pak Harto," kata Bambang dalam Diskusi Pemindahan Ibu Kota Baru di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Kamis (1/8).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan