Prabowo Ratas Bareng Mendagri, Bahas Giant Sea Wall hingga Pengelolaan Sampah
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto memanggil Mendagri Tito Karnavian ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/6). Selain Tito, beberapa menteri kabinet Merah Putih juga diundang ratas.
Tito mengatakan, dirinya dipanggil dalam rangka rapat terbatas membahas mengenai giant sea wall hingga pengelolaan sampah.
"Saya rapat, diundang rapat. Informasinya mengenai giant sea wall, sama masalah lingkungan hidup, masalah pengelolaan sampah,” kata Tito kepada wartawan.
Tito mengatakan, pengelolaan sampah di beberapa daerah akan melibatkan masyarakat. Tujuannya, agar sampah bisa diolah dan bisa menjadi nilai ekonomi.
“Ada juga yang menggunakan metode hilir seperti di Jakarta kan hilir itu artinya kita kan hanya mengumpulkan di bak-bak sampah, tidak mengolah sendiri, setelah itu kan nanti diangkut ke tempat pembuangan akhir, seperti di Bantar Gebang,” ucapnya.
“Apakah kita mau terapkan hulu-hilir atau ke hulu saja atau ke hilir saja karena beberapa praktik ada yang berbasis hulu, ada yang berbasis hilir. Ada juga yang hulu-hilir melibatkan masyarakat dan juga kalau ada di tempat pembuangan akhirnya juga diolah untuk menjadi nilai ekonomis,” tutup dia.
Giant Sea Wall menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masuk ke dalam RPJMN 2025-2029. Pemerintah dikabarkan akan membentuk satuan tugas (satgas) yang menangani pembangunan tanggul laut raksasa tersebut.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana menuturkan, nantinya giant sea wall akan terbentang dari Banten sampai Jawa Timur atau tepatnya dari Tangerang hingga Gresik. Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 946 km.
Dalam pembangunan giant sea wall, pemerintah membuka peluang pengerjaan dengan skema pembiayaan oleh swasta dan investasi juga dimungkinkan untuk menjadi multi sektor.
