Prabowo Ratas Bareng Menhut, BMKG-BNPB, Antisipasi Karhutla hingga El Nino

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan kepala lembaga ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7). Pertemuan tersebut membahas langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi musim kemarau.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pejabat yang hadir antara lain Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kabasarnas Marsda M. Syafi'i, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, serta Kepala BRIN Arif Satria.
"Saya dihubungi tadi pagi, kita akan ada ratas khusus tentang karhutla, ya, kebakaran hutan dan lahan," kata Raja Juli kepada wartawan.
Raja Juli mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, siklus El Niño diperkirakan terjadi lebih cepat. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi.
"Seperti kita ketahui siklus El Niño itu kan terjadi empat tahunan. Dulu 2015, kemudian 2019, 2023, mestinya tahun depan, 2027. Tapi prediksi BMKG ini akan terjadi apa, El Niño yang cepat, jadi awalnya mestinya 2027 akan terjadi tahun ini," jelasnya.
"Jadi kekeringannya datang lebih cepat, ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu harus ada antisipasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang justru, apa namanya, mengantisipasi ini, mengundang kami," lanjut dia.
Menurut Raja Juli, karhutla perlu dicegah karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat hingga aktivitas ekonomi.
"Kita tahu, ya, karhutla ini akibatnya dari segi kesehatan masyarakat kita kena ISPA, dari segi ekonomi bandara tutup, misalkan dulu, ya, sekolah tutup, pusat-pusat perekonomian berhenti. Jadi perlu sekali kita mengantisipasi karhutla ini," ucapnya.
