Prabowo saat Resmikan Bendungan: Rasanya Saya Punya Utang Banyak ke Rakyat NTB

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara peresmian lima bendungan di Indonesia di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara peresmian lima bendungan di Indonesia di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengaku merasa memiliki utang kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menurutnya selalu memberikan dukungan kepadanya dalam berbagai kontestasi pilpres.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa bangga dan terhormat dapat bertemu langsung dengan masyarakat NTB. Ia mengapresiasi dukungan yang terus diberikan warga NTB kepadanya.

"Saya merasa sangat bangga, saya merasa dihormati untuk diundang hari ini bertemu langsung dengan masyarakat NTB yang kebetulan dari dulu selalu mendukung saya walaupun berkali-kali kalah, tapi NTB terus setia kepada saya," kata Prabowo saat meresmikan lima bendungan di NTB, Jumat (10/7).

Karena itu, Prabowo mengaku merasa masih memiliki utang kepada masyarakat NTB yang ingin ia balas selama masa pemerintahannya.

"Rasa-rasanya saya masih utang banyak sama rakyat NTB itu. Tenang saja, masih ada beberapa tahun," ujarnya.

Ilustrasi bendungan. Foto: Dok. Waskita Karya

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum atas pembangunan bendungan yang telah dikerjakan selama bertahun-tahun.

Ia menegaskan pembangunan bangsa merupakan proses panjang yang membutuhkan waktu, biaya, dan sumber daya besar.

"Saudara-saudara, pembangunan suatu bangsa itu adalah pekerjaan yang besar, perjuangan yang panjang. Pembangunan bangsa itu tidak satu tahun, tidak dua tahun, belasan tahun, puluhan tahun," tuturnya.

Prabowo menyebut bendungan yang diresmikannya telah mulai dibangun sejak 2014–2015. Meski dirinya yang meresmikan, ia menegaskan keberhasilan proyek tersebut merupakan hasil kerja lintas pemerintahan.

"Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan, tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa," katanya.

Presiden kemudian mengajak seluruh elemen bangsa mengedepankan kepentingan rakyat dan menjaga persatuan.

"Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikirlah untuk bangsa, berpikirlah untuk rakyat, berpikirlah untuk kebaikan semua. Berpikirlah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia, dari mana rakyat berasal, apa pun sukunya, apa pun agamanya, apa pun latar belakangnya," tandas dia.