Prabowo Saksikan Penyerahan 6 Rafale, 6 Falcon 8x, dan A400 dari Kemhan ke TNI
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto, menyaksikan penyerahan alutsista strategis berupa 6 pesawat tempur Rafale, 6 pesawat Falcon 8X, 2 pesawat A400M MRTT, serta 2 Radar GCI GM403 dari Kementerian Pertahanan ke TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5).
Pantauan di lokasi, Prabowo tiba sekitar pukul 09.50 WIB. Ia didampingi Menhan Sjafrie, Panglima TNI Agus Subiyanto, KSAU Marsekal Mohammad Tonny Harjono, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi dan Menlu Sugiono.
Setelah itu, Prabowo menarik tirai yang ditempel ke pesawat dan melakukan ritual penyiraman. Setelahnya, ia menyerahkan simbolis kunci berwarna emas ke Panglima TNI.
Lalu, Prabowo langsung meninjau alutsista yang akan diserahkan ke TNI.
Penyerahan diakhiri dengan foto bersama Prabowo dengan sejumlah pejabat TNI AU dan para anggota kabinet lain yang turut hadir di antaranya Seskab Teddy Indra Wijaya, Mehub Dudy Purwagandhi, Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi Revita, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Hadir juga Ketua Komisi I DPR Utut Adianto.
Pemerintah RI melalui Kementerian Pertahanan secara resmi menerima Alutsista strategis berupa 6 pesawat tempur Rafale, 6 pesawat Falcon 8X, 2 pesawat A400M MRTT, serta 2 Radar GCI GM403 yang turut dilengkapi dengan sistem persenjataan modern rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer.
Penerimaan ini merupakan bagian dan program modernisasi Alutsista nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo pada saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Adapun, Pesawat tempur Rafale menghadirkan peningkatan signifikan pada kemampuan tempur udara ke udara dan udara ke darat, terutama dengan dukungan rudal jarak jauh Meteor dan munisi presisi Hammer, yang memperkuat daya tangkal nasional.
Sementara itu, Falcon 8X memberikan fleksibilitas dalam mendukung mobilitas strategis, misi komando, serta pengawasan.
Lalu pesawat A400M MRTT menjadi elemen kunci dalam meningkatkan kemampuan angkut strategis dan pengisian bahan bakar di udara (air to air refuelling), yang memungkinkan operasi udara jarak jauh dengan jangkauan dan durasi yang lebih tinggi serta Radar GCI GM403 merupakan mata dan telinga dalam rangka deteksi dini terhadap ancaman dari udara serta untuk mengarahkan pesawat tempur menuju sasaran yang melanggar kedaulatan negara di udara.
