Prabowo Sebut MBG Capai 49 Juta Penerima: 7 Kali Singapura Kita Kasih Makan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah petugas berkostum Power Rangers mengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Tempurejo 1, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/11/2025).  Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah petugas berkostum Power Rangers mengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Tempurejo 1, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (13/11/2025). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal banyak pakar yang mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasti gagal.

"Ada profesor-profesor ada orang-orang pintar yang mengatakan dalam siaran-siaran mereka MBG pasti gagal," kata Prabowo dalam acara puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12).

Namun, ia mengatakan program itu telah menjangkau puluhan juta warga Indonesia. Bahkan jumlah itu 7 kali lebih besar dari penduduk negara Singapura.

"Saudara-saudara, hari ini sudah 49 juta makanan tiap hari, mulut 49 juta penerima manfaat tiap hari. Lebih dari 7 kali Singapura kita kasih makan tiap hari saudara-saudara," ucapnya.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri doa bersama dalam rangka puncak HUT Golkar ke-61di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Foto: Youtube/DPP PARTAI GOLKAR OFFICIAL

Prabowo menuturkan distribusi MBG telah menjangkau daerah-daerah terpencil. Ia menyebut keberhasilan itu merupakan operasi logistik besar yang jarang terjadi di negara lain.

"Dan sampai di pelosok-pelosok, di tempat-tempat terpencil kita berhasil untuk masuk. Ini bukan kegiatan main-main, ini bukan kegiatan yang gampang, imitasi logistik mungkin terbesar di dunia selama beberapa tahun ini," ujarnya.

Ia juga membandingkan percepatan program tersebut dengan Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat.

"Brasil berhasil mencapai 40 juta penerima manfaat dalam 11 tahun, kita mencapai dalam 12 bulan, tidak sampai, 49 juta," tandas dia.