Prabowo Sebut RI-Korsel Kekuatan Menengah: Kita Harus Punya Pertahanan-Keamanan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berpose untuk foto saat pertemuan di kantor kepresidenan di Seoul (1/4/2026). Foto: Yonhap/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berpose untuk foto saat pertemuan di kantor kepresidenan di Seoul (1/4/2026). Foto: Yonhap/AFP

Presiden Prabowo Subianto bicara soal 'negara dengan kekuatan menengah' saat berkunjung ke Korea Selatan, Rabu (1/4). Prabowo yakin, Indonesia dan Korea Selatan sebagai negara dengan kekuatan menengah perlu bekerja sama menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Istana Kepresidenan Blue House, Rabu (1/4).

"Dan saya pikir sebagai kekuatan menengah, kita juga memiliki kekhawatiran yang sama. Kita berdua membutuhkan stabilitas dan kita berdua membutuhkan perdamaian. Namun kita memahami bahwa jika kita menginginkan perdamaian dan stabilitas, kita juga harus memiliki keamanan dan pertahanan yang baik," kata Prabowo.

Tentara Korea Selatan dan AS ambil bagian dalam latihan operasi penyeberangan sungai bersama di Yeoju, Korea Selatan. Foto: Kim Hong-Ji/REUTERS

Ia menambahkan, situasi global saat ini yang sarat ketidakpastian dan potensi konflik menjadikan hubungan antara Indonesia dan Korea semakin strategis.

"Kunjungan kenegaraan saya di sini hadir dalam situasi di mana dunia penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Jadi hal ini membuat hubungan antara negara-negara seperti Indonesia dan Korea menjadi lebih penting," ucapnya.

Prabowo juga mendorong agar kerja sama kedua negara tidak hanya berhenti pada tataran komitmen, tetapi diimplementasikan secara konkret oleh jajaran pemerintah masing-masing.

"Saya berharap kita akan memiliki hubungan yang terbaik dan saya ingin meningkatkan kemitraan strategis khusus kita yang telah disepakati pada tahun 2017 untuk ditingkatkan menjadi kemitraan yang lebih komprehensif," tandasnya.