Prabowo: Semua Aparat Harus Mati untuk Rakyat, Bukan Menindas Rakyat
·waktu baca 2 menit

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta TNI dan Polri mengabdi untuk rakyat, bukan menjadi backing pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa aparat harus siap mati untuk rakyat.
"Semua aparat dari yang tertinggi sampai yang terendah harus mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat," kata Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5).
Prabowo juga meminta agar tak ada lagi kasus aparat yang melanggar hukum dan tidak menegakkan keadilan.
"Saya tidak mau dengar lagi Panglima TNI, Kapolri, saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran. Tidak boleh backing-backing macam-macam. Negara kita kaya, harus kita amankan kekayaan tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," jelasnya.
Ketua Umum Prabowo Subianto itu juga bertekad Indonesia bangkit menjadi negara yang kuat. Ia lalu membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain di tengah konflik di Selat Hormuz.
"Saya bertekad, saya percaya, dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit. Sekarang saja sudah terbukti, sekarang sudah terbukti, banyak negara yang kesulitan dan panik karena perang di Timur Tengah, Selat Hormuz ditutup," tandasnya.
Dalam acara itu turut hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Wamentan Sudaryono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.
