Prabowo Setuju Komersialisasi Budaya: Tapi Jangan Lupakan Istana Sultan
ยทwaktu baca 2 menit

Capres 02, Prabowo Subianto, menyetujui solusi yang diberikan capres 01, Anies Baswedan dan capres 03, Ganjar Pranowo, tentang komersialisasi budaya.
Ganjar memiliki solusi dengan memberikan kewenangan para para pelaku seni untuk mengelolanya, sementara pemerintah cukup memberikan dukungan.
Sementara Anies, menginginkan pemerintah menciptakan ekosistem kebudayaan yang sehat, sehingga para budayawan dapat berekspresi dengan bebas.
Bagaimana tanggapan Prabowo?
"Saya kira kedua respons itu masuk akal, saya bisa menerima dua respons itu. Memang banyak benarnya, ya kita harus benar-benar memberi ruang untuk inisiatif, inovasi, kreativitas," ujar Prabowo menanggapi Anies dan Ganjar dalam debat kelima Capres di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (4/2).
Meski begitu, Prabowo mengingatkan pemerintah untuk tak ragu turun tangan menjaga situs-situs bersejarah nasional, seperti museum hingga istana-istana kerajaan.
"Tapi jelas pemerintah harus tidak ragu-ragu dan pemerintah harus berani untuk juga turun tangan menjaga situs-situs, membantu museum-museum, membantu istana-istana Sultan-sultan kita yang banyak sudah mau roboh. Ini harus kita bantu. Ini warisan budaya, warisan sejarah kita, hal-hal seperti itu harus kita perhatikan," kata Prabowo.
Di akhir segmen, ia kembali menyatakan sepakat dengan solusi yang diberikan Ganjar dan Anies terkait komersialisasi kebudayaan tersebut.
"Tapi saya bisa menerima. Saya juga setuju itu, kalau saya jadi presiden saya memikirkan Kementerian Kebudayaan, ya. Kalau ide yang baik, dari mana pun saya bisa terima dan saya dukung," pungkasnya.
