Prabowo Singgung Intervensi Asing: Biayai LSM Buat Adu Domba, Ngaku Demokrasi
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung intervensi asing kepada negara Indonesia. Prabowo mengajak agar rakyat Indonesia harus kompak dan bersatu.
Ketua Umum Gerindra ini mengatakan, perbedaan jangan menjadi pemicu perpecahan. Ia menyebut, bangsa asing tidak ingin melihat Indonesia maju.
"Saya mengajak sekali lagi, seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu, perbedaan jangan menjadi sumber gontok-gontokan, ini selalu yang diharapkan oleh bangsa-bangsa asing," kata Prabowo saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, Senin (2/6)
"Kekuatan asing tidak suka Indonesia kuat, tidak suka Indonesia kaya, ratusan tahun mereka datang, ratusan tahun mereka adu domba kita sampai sekarang," tambah dia.
Prabowo bahkan menyebut, intervensi asing sampai membiayai LSM untuk adu domba rakyat. Namun, ia tidak memberikan contoh secara rinci dan LSM yang dimaksud.
"Dengan uang, mereka membiayai LSM-LSM untuk mengadu domba kita, mereka katanya penegak demokrasi, HAM, kebebasan pers, padahal itu adalah versi mereka sendiri," kata Prabowo.
Eks Menhan ini menuturkan, meski dirinya meminta rakyat mewaspadai intervensi asing, bukan berarti ia mengajak rakyat untuk mudah curiga dengan bangsa asing.
"Saya tidak mengajak saudara-saudara untuk tidak curiga kepada bangsa asing, kita tidak boleh dipermainkan oleh bangsa mana pun, kita ingat kata-kata proklamator kita, bangsa kita harus berdikari," ucap Prabowo.
Dalam upacara ini, hadir Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Najamudin serta menteri Kabinet Merah Putih.
Selain itu, hadir Presiden ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Wapres ke-6 Try Sutrisno, Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla.
