Prabowo soal Borong 12 Jet Mirage 2000-5 Bekas Qatar: Bisa Dipakai 15 Tahun Lagi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat tempur Mirage 2000-5. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat tempur Mirage 2000-5. Foto: Shutterstock

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan jet tempur Mirage 2000-5 yang akan dibeli dari Qatar, masih memiliki jam terbang yang cukup lama hingga 15 tahun ke depan.

Hal itu diungkapkan Prabowo usai menyerahkan pesawat Super Hercules C-130J kepada KASAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (6/7).

"Sebetulnya jam terbangnya masih lama. Jadi Mirage 2000-5 ini masih punya usia pakai ya kira-kira 15 tahun lagi, karena baru dipakai kurang lebih 30% flying hours yang bisa dipakai," kata Prabowo.

Saat ini, kata Prabowo, pesawat Mirage 2000-5 juga tengah menjadi incaran banyak negara karena ketegangan yang meningkat.

"Sekarang banyak negara sedang rebutan di mana-mana, karena ketegangan meningkat di mana-mana,"

- Prabowo

Menhan Prabowo Subianto secara simbolis serah terima Pesawat C-130 Super Hercules A-1340 dari Kemhan RI kepada TNI AU di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (6/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Prabowo juga mengaku, banyak pihak yang nyinyir dan membicarakannya setelah membeli pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas Qatar.

"Jadi, dan juga kebetulan memang banyak yang seolah-olah nyinyir, seolah-olah yaa mau macam-macam menilai bahwa diomongin pesawat bekas pesawat bekas," terang dia.

Namun, Prabowo mengatakan, pemerintah terpaksa membeli pesawat bekas karena sejumlah alasan mendesak. "Ya memang sering terpaksa kita beli pesawat yang tidak baru," katanya.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto telah menandatangani kontrak pembelian jet tempur Mirage 2000-5 bekas dari Qatar. Dilansir Reuters, Rabu (14/6), kontrak pembelian dilakukan untuk 12 unit jet tempur buatan Prancis itu, dengan total nilai USD 792 juta atau setara hampir Rp 12 triliun (Kurs Rp 14.800 per USD).

Pembelian jet tempur oleh Kemhan dari Qatar itu dilakukan melalui sebuah agensi perdagangan yakni Excalibur International a.s. Perusahaan tersebut merupakan unit bisnis dari perusahaan alutsista (alat utama sistem persenjataan) asal Ceko, Czechoslovak Group (CSG).