Prabowo soal Disebut Kabinet Gemuk: RI Sebesar Eropa, Mana yang Tak Efisien?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di halaman tengah Istana Negara, Rabu (21/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di halaman tengah Istana Negara, Rabu (21/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto merespons anggapan Kabinet Merah Putih terlalu gemuk dan tidak efisien. Menurutnya, jumlah anggota kabinet perlu dilihat dengan mempertimbangkan besarnya wilayah dan jumlah penduduk Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).

"Kita dituduh kabinet gemuk ya kan. Tidak efisien," kata Prabowo.

Prabowo kemudian membandingkan Indonesia dengan kawasan Eropa. Menurutnya, secara fisik Indonesia memiliki ukuran wilayah yang besar, sementara Eropa terdiri dari banyak negara dengan pemerintahan masing-masing.

"Tapi saudara-saudara, saya ingatkan negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa. Eropa itu, 30 negara. Ada 30 kabinet. Ada 30 Menteri Keuangan. Ada 30 Panglima TNI. Ada 30 Jaksa Agung. Ada 30 Kapolri," ujarnya.

Sementara Indonesia, kata Prabowo, hanya memiliki satu pemerintahan pusat untuk mengelola seluruh wilayah.

"Indonesia satu kabinet saudara-saudara. Mana yang, mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien?" kata Prabowo.

Prabowo juga menyinggung besarnya koalisi pemerintahannya. Ia mengatakan hal itu dilakukan karena ingin merangkul sebanyak mungkin kekuatan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat.

Koalisi kita besar, benar karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita."

--Presiden Prabowo Subianto.

Suasana Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di halaman tengah Istana Negara, Rabu (21/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Prabowo mengatakan tidak ingin terus mempermasalahkan dinamika politik yang telah berlalu. Ia mengakui persaingan politik di negara sebesar Indonesia dapat berlangsung keras karena jumlah jabatan yang tersedia terbatas.

"Negara sebesar kita dinamika politik sebesar kita pasti persaingannya, keras kursi terbatas. Kok ada yang senyum ya?" lanjutnya.

Prabowo kemudian berkelakar bahwa para pimpinan partai politik memahami terbatasnya posisi yang tersedia dalam pemerintahan.

"Pemimpin partai ini sadar kursi terbatas. Presiden hanya satu," ujarnya.

Menurut Prabowo, kekompakan jajaran pemerintah juga terlihat ketika menghadapi berbagai bencana yang terjadi di Indonesia.

"Dan kita mampu mengendalikan ada bencana alam, kita hadapi. Sumatera bagian utara kemarin habis-habisan kita turun. Gempa bumi, apa itu Krakatau, Karhutla kita kompak kita hadapi,' kata Prabowo.