Prabowo soal Indonesia Bubar 2030: Beri Peringatan Malah Dikeroyok

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sempat menjadi sorotan saat membawakan pidato yang memperkirakan Indonesia akan bubar di tahun 2030. Hal itu diambil berdasarkan novel 'Ghost Fleet' yang disebut Prabowo disusun oleh ahli intelijen.
Sejumlah pihak pun yang tak menyukai pidato itu dan menyebut Prabowo sebagai sosok yang pesimistis.
Prabowo membantah tudingan pesimistis. Ia bahkan menegaskan untuk pihak-pihak yang menyebutnya seperti demikian tak mengerti tentang strategi pertahanan nasional.
"Saya memberi satu peringatan di luar negeri 2030 Indonesia bubar, saya beri peringatan, saya sumbang buku di UI, seoalah-olah itu fiksi tapi dalamnya berdasarkan fakta dan itu ditulis oleh ahli strategi dan intelijen," kata Prabowo dalam kampenye Sudrajta-Syaikhu di Purwakarta, Jawa Barat yang disiarkan langsung di akun Facebook resmi Gerindra, Sabtu (31/3).
"Habis itu heboh, Prabowo pesimis, fiksi khalayan. Mereka tak mengerti strategi nasional," imbuhnya.
Ia pun menjelaskan bahwa sebenarnya dalam hasil kajian yang dikutipnya tersebut sengaja memberikan peringatan agar bangsa Indonesia segera bersiap-siap untuk mencegah hal itu terjadi. Terlebih, menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.
"Itu namanya berfikir ke depan dan di luar negeri itu mereka nulis novel dan disiapkan pada rakyat jangan kaget jika ada perang nanti. Saya mengingatkan pemimpin saya waspada malah dikeroyok, dihujat," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa pengalamannya sebagai purnawirawan TNI sekaligus membantah tudingan pesimistis yang ada. Dia bahkan bercerita bahwa ketika muda pernah melewati berbagai peristiwa yang hampir membuatnya meninggal karena harus bertugas.
"Saya gak pesimis bung, saya letnan, kapten perang terus, saya siap, saat 24 tahun saya sudah siap mati, saya dikepung, 24 tahun sudah siap mati. Sekarang saya dibilang pesimis. Saya tidak pesimis, tapi saya realistis,"pungkasnya.
