Prabowo soal Jatah Menteri: Jabatan Tak Terlalu Penting untuk Tokoh Patriotik
·waktu baca 2 menit

Presiden Terpilih Prabowo Subianto baru saja menerima dukungan dari NasDem dan PPP. Kedua partai ini akan menguatkan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sebelumnya sudah ada.
Prabowo mengatakan, dalam pertemuan dengan Ketum NasDem Surya Paloh dan Plt Ketum PPP Mardiono tidak ada pembahasan soal jatah menteri. Semua itu masih dalam penggodokan lebih lanjut.
"Kita sedang godok semua [posisi menteri], kita ingin mencari kekuatan, putra-putri terbaik bangsa, yang bisa memberi yang terbaik untuk rakyat," kata Prabowo kepada wartawan di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Kamis (15/8).
Soal jabatan itu tidak terlalu penting bagi tokoh-tokoh patriotik, kita akan cari putra-putri terbaik.
--Prabowo Subianto.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menegaskan figur yang dipilihnya menjadi menteri nanti adalah orang yang ingin membawa pemerintahan yang memberi pelayanan terbaik untuk rakyat.
"Jadi, ini semua sedang kita godok, kita ingin terutama asas demokrasi, asas kebersamaan," katanya.
"Tapi, tujuannya adalah pemerintah yang akan datang harus menjadi pemerintah yang memberi pelayanan yang terbaik untuk rakyat, pemerintah yang bersih, pemerintah yang efektif, yang capable, yang bisa me-manage kekayaan dengan sebaik-baiknya," pungkas dia.
Lebih lanjut, Prabowo juga menekankan partai-partai yang baru merapat ke koalisinya tidak semuanya meminta jatah menteri.
"Ada yang tidak minta [jatah menteri], ada yang dari awal mengatakan kita dukung tapi kita tidak minta. Tapi, tentunya seperti yang katakan tadi, kita ingin menggalang suatu kekuatan, persatuan yang kuat," ucap Prabowo.
"Di tengah situasi global yang begitu penuh krisis, penuh ketegangan, penuh ketidakpastian, Indonesia perlu kompak dan perlu mempersatukan semua potensi," tandasnya.
