Prabowo soal Program MBG: Kita Mau Menyelamatkan Anak-anak Dibilang Menghina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo menghadiri peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta Groundbreaking 107 SPPG Polri, (13/2). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo menghadiri peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta Groundbreaking 107 SPPG Polri, (13/2). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengakui banyak pihak yang meragukan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal, kata Prabowo, program ini dibuat untuk menyelamatkan anak-anak bangsa.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara peresmian sekaligus groundbreaking SPPG Polri dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2).

Prabowo kemudian meminta Kantor Staf Presiden, Muhammad Qodari, untuk mengumpulkan video-video yang memuat pernyataan mendiskreditkan program MBG tersebut.

Presiden Prabowo menghadiri peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta Groundbreaking 107 SPPG Polri, (13/2). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Pak Qodari tolong dikumpulin ya, video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal. Yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia, 'MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia'. Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina,"

Prabowo mengaku ingin menonton pernyataan tersebut setiap malamnya.

"Ini harus ada rekam digital ya, direkam semua. Insyaallah kita mencapai 80 sekian juta. Aku minta biar saya bisa tiap malam saya lihat-lihat," kata dia.

Presiden Prabowo menghadiri peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta Groundbreaking 107 SPPG Polri, (13/2). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Prabowo tak masalah dengan adanya pernyataan bahwa program MBG menghina bangsa. Sebab, kenyataannya tidak seperti yang diungkapkan.

"Sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia. Saya ingin mati di atas jalan kebenaran. Saya ingin mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat saya. Ini kehormatan, kehormatan bagi seorang prajurit, mati untuk rakyatnya. Masa saya mau menghina?" ucap dia.