Prabowo Tanggapi Kritik Pakai Perumpamaan 'Bangun Jembatan'
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menyinggung ada segelintir pihak yang banyak mengkritik padahal pihak tersebut tak ikut serta bekerja.
Prabowo mengumpamakan hal tersebut terjadi dalam proses pembangunan jembatan. Ada sekelompok orang yang tak ikut membangun jembatan, tapi hanya mengkritik.
"Ya enggak ada masalah. Yang mau bangun jembatan ayo kita bangun jembatan. Yang enggak mau ikut bangun jembatan ya enggak ada masalah. Silakan saudara duduk, nonton, atau apa. Boleh apa itu kritik boleh, ya kan," kata Prabowo dalam rapat kerja pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4).
"Hanya saja saya enggak mengerti kalau orang lagi membangun jembatan ada yang duduk, dia tidak mau ikut bangun jembatan, tapi dia kritik," sambung dia.
Menurut dia, hal ini adalah sebuah fenomena yang terjadi di banyak negara. Dia menilai, ini telah mempermudah bangsa lain untuk datang menjajah.
"Selalu ada saudara-saudara kita dari bangsa kita sendiri yang juga mempermudah bangsa asing itu menjajah kita, merampok kekayaan kita, membuat kita budak," ujar Prabowo.
"Itu saudara kita juga. Jadi ini bukan fenomena baru. Ini biasa. Bibit-bibit dengki, iri, sirik itu bagian dari manusia ya. Kebencian, dendam, sakit hati, ini bagian. Dan memang ada, ada itu ada, dan kita enggak boleh tidak boleh, istilahnya, kaget ya," lanjutnya.
