Prabowo: Tanggul Laut 535 Km Siap Dibangun di Pantura, Selamatkan 55 Juta Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo menyampaikan paparan saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/10/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo menyampaikan paparan saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/10/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto bicara mengenai tanggul laut yang kini sudah mulai persiapan dibangun di Pantai Utara Jawa (Pantura). Katanya, ini bertujuan menyelamatkan hidup puluhan juta orang.

"Kita sudah mulai persiapan membangun 535 km panjang tanggul laut di Pantura. Ini untuk menyelamatkan 55 juta penduduk," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10).

Ia menambahkan, hal itu harus dibangun untuk mencegah air laut yang terus naik di sekitar Pantura. Menurutnya, tanggul laut atau Giant Sea Wall adalah program yang harus segera dirancang.

"Air laut naik 5 cm setahun, jadi harus kita selamatkan ini," tutur dia.

"Karena Pantura juga kalau tidak salah 60 persen industri kita ada di Pantura. Dan puluhan ribu hektare sawah-sawah, subur juga di situ. Harus kita selamatkan," tutupnya.

Suasana pembangunan tanggul laut (Giant Sea Wall) di daerah Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sebelumnya, Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengatakan akan ada beberapa Instruksi Presiden (Inpres) berkaitan dengan proyek tanggul laut ini.

Staf Khusus Menko Infrastruktur, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan salah satu Inpres yang disiapkan Badan Otorita Khusus Pengelola Pantura Jawa tersebut yakni terkait peta jalan (roadmap) proyek GSW.

"Badan Otorita hari ini sedang menyiapkan usulan-usulan Inpres untuk mendetailkan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk di antaranya menyiapkan roadmap ke depan," ungkapnya saat ditemui di Makara Art Center UI, Rabu (24/9).

Kemenko Infra, kata Herzaky, bertugas sebagai Dewan Pengarah Badan Pengelolaan Pantura yang saat ini dipimpin oleh Wakil Menteri KKP Didit Heriawan.

"Ada Inpres yang akan disusun dalam proses, termasuk juga roadmap proses-prosesnya ini. Karena ini kan proyek besar ya, kita mesti sangat hati-hati," imbuh Herzaky.