Prabowo Tegaskan Pegangan Kokoh RI di Tengah Konflik Geopolitik: Pancasila
·waktu baca 2 menit

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan Pancasila menjadi pegangan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga ketidakpastian ekonomi dunia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6).
Menurut Prabowo, situasi global saat ini menunjukkan kecenderungan dunia yang semakin terbelah akibat berbagai konflik dan persaingan antarnegara. Namun, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi kondisi tersebut.
"Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipandang hanya sebagai warisan sejarah atau sekadar slogan yang diucapkan dalam upacara-upacara resmi. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Saudara-saudara, Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara. Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti tantangan pembangunan ekonomi nasional. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk secara jujur mengevaluasi capaian pembangunan yang telah berlangsung selama beberapa dekade terakhir.
"Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi," terang dia.
Menurut Prabowo, meskipun perekonomian Indonesia terus tumbuh, pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah apakah pertumbuhan tersebut telah dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
"Selama beberapa dekade terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh, tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang," tandasnya.
