Prabowo Tepis Isu Gabung dengan Jokowi: Saya Mandatarisnya Gerindra

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Setpres)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Setpres)

Wacana ajakan terhadap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi cawapres pendamping Jokowi di 2019 nampaknya tidak akan terwujud. Sebab, Gerindra merupakan partai oposisi pemerintah yang berambisi ingin mengusung capresnya sendiri.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, ia adalah mandataris dari Partai Gerindra. Sehingga, Prabowo selalu mendengarkan apa yang menjadi keinginan kadernya. Saat ini Gerindra menginginkannya menjadi capres.

“Saya mandataris partai saya, ya saya akan mendengarkan suara partai, suara rakyat suara sahabat-sahabat, suara mitra,” katanya usai gelar pertemuan dengan PKS dan PAN di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/3).

Dengan demikian, kemungkinan Prabowo menjadi cawapres pendamping Jokowi tidak mungkin terjadi. Menurut Prabowo, dalam hal kepemimpinan, dirinya selalu mengutamakan kepentingan nasional.

“Dan kita akan mengutamakan kepentingan nasional itu, yang saya bisa janjikan kepada kalian,” tutur Prabowo.

“Apapun keputusan saya selalu mengutamakan kepentingan nasional dan kepeningan rakyat, yang terbaik untuk rakyat,” tutupnya.

Saat ini, Gerindra masih terus membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai lain seperti PKS dan PAN. Sejumlah upaya komunikasi dilakukan untuk membahas kemungkinan-kemungkinan terkait pencalonan presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. Namun, politikus Gerindra ramai-ramai menyebut Prabowo sebagai capres di 2019.

Wacana Jokowi-Prabowo muncul pertama kali dalam salah satu simulasi survei Poltracking Indonesia pada 18 Februari lalu. Menurut Poltracking, jika koalisi ini terealisasi, maka Jokowi-Prabowo akan menang telak.