Prabowo: Tidak Boleh Ada Pemerintah dalam Pemerintahan, Tidak Boleh Ada Mafia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek barang bukti narkoba yang akan dimusnahkan di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek barang bukti narkoba yang akan dimusnahkan di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membersihkan pemerintahan dari praktik mafia dan kelompok yang menyalahgunakan kekuasaan.

Prabowo menekankan, tidak boleh ada pihak di dalam pemerintahan yang bekerja untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

"Tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintahan, tidak boleh ada mafia dalam pemerintah," ujar Prabowo dalam arahannya usai memusnahkan 214 ton narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10).

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Prabowo menyoroti masih adanya oknum yang mencoba mengakali sistem pemerintahan demi keuntungan pribadi. Ia menegaskan, praktik semacam ini harus diberantas hingga tuntas.

"Tidak boleh ada orang pintar yang berada di dalam pemerintahan merasa dia bisa mengakali pemimpin politik, mengakali rakyat. Karena saya memperhatikan ada, mereka yang bercokol menggunakan sistem untuk mencuri uang rakyat, uang negara. Ini harus kita bongkar sampai akar-akarnya," tegasnya.

Prabowo, menyinggung ancaman besar dari peredaran narkoba yang kini menjadi masalah global.

Ia mencontohkan tindakan ekstrem yang diambil sejumlah negara dalam memberantas peredaran narkotika, meskipun kerap menimbulkan kontroversi.

"Ada presiden-presiden negara lain yang ambil tindakan drastis sekali, dia nembak di tempat siapa pun yang pegang narkoba. Akibatnya juga ada anak-anak yang mungkin korban malah ditembak mati. Tapi saking mereka ingin habiskan masalah ancaman ini, mereka bersedia melakukan tindakan yang sangat drastis," terang dia.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek barang bukti narkoba sebelum dimusnahkan di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Meski demikian, Prabowo menilai Indonesia tetap mengedepankan pendekatan rehabilitasi dan pendidikan dalam memerangi narkoba.

"Rehabilitasi kita harus lebih teliti, lebih efektif. Tapi saya terima kasih semua lembaga yang sudah menjalankan upaya rehabilitasi ini," pungkasnya.