Prabowo Undang Akademisi ke Istana, Diskusi Penanganan Karhutla dan Lahan Gambut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara dari di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara dari di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan menerima dan berdiskusi dengan sejumlah akademisi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (24/9).

Pertemuan tersebut akan membahas penanganan lahan gambut yang setiap tahun mengalami kebakaran.

"Siang ini Pak Presiden akan berdiskusi dengan banyak akademisi," kata Teddy kepada wartawan.

Teddy mengatakan, pembahasan akan difokuskan pada penanganan lahan gambut yang berulang kali terbakar.

"Membahas penanganan lahan gambut yang tahun ke tahun selalu terbakar," ucap dia.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat virtual bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala BNPB, BMKG, Basarnas dan Geologi untuk memonitor perkembangan penanganan karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Pertemuan tersebut digelar sehari setelah Prabowo memimpin rapat terbatas mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Dalam rapat pada Rabu (23/9), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan masih ada 209,78 hektare lahan yang dalam proses pemadaman.

Pemerintah juga terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu penanganan karhutla.

video from internal kumparan

Prabowo Minta Pembukaan Lahan Tak Dibakar

Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo telah menginstruksikan agar masyarakat yang ingin membuka lahan dan membutuhkan peralatan melapor terlebih dahulu kepada aparat.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan anggaran untuk membantu kebutuhan tersebut.

"Presiden sudah perintah juga, jika rakyat mau buka lahan, butuh alat berat, lebih baik lapor ke aparat, nanti dibantu, dan kita siapkan anggaran khusus. Intinya jangan buka lahan dengan bakar-bakar, kerugian kita lebih besar," kata Pras.