Prabowo Undang Sinta Wahid, Lukman Hakim, Quraish Shihab-Romo Magnis ke Istana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto saat melantik menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto saat melantik menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/9/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan tokoh masyarakat ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/9).

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono sudah tiba sekitar pukul 15.35 WIB. TIa mengenakan kemeja batik berwarna cokelat.

Agus mengaku diminta Prabowo untuk mendampinginya menerima tamu.

"Mendampingi Pak Presiden menerima tamu sepertinya seperti itu," kata Agus.

"Dari Gerakan Nurani Bangsa," ucap dia.

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) dan Penulis Buku Mencintai Munir yang juga istri dari aktivis HAM Munir Said Thalib, Suciwati (kanan) menjadi pembicara saat peluncuran Buku Mencintai Munir di Jakarta, Rabu (14/9/2022). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Tak lama kemudian, eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tiba. Ia mengaku diundang untuk hadir ke Istana pada pukul 16.30 WIB.

"Diundang tadinya jam 16.00 lalu kemudian ada penundaan 30 menit jadi 16.30," kata Lukman.

Lukman belum tahu apa yang akan dibicarakan dalam pertemuan itu. "Kita masih belum tahu mungkin masalah-masalah yang terakhir perkembangan terakhir," ucapnya.

Lukman membeberkan masih ada tokoh lain yang bakal hadir dalam pertemuan. Salah satunya Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab hingga Romo Magnis.

"Dari Gerakan Nurani Bangsa yang akan hadir adalah tentu Ketuanya Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, lalu kemudian ada Pak Quraish Shihab, ada Romo Magnis Suseno, lalu ada Ibu Omi Komaria Nurcholish Madjid, ada Komaruddin Hidayat, Erry Riyana Hardjapamekas, ada beberapa tokoh yang lain, Profesor Ery Seda, ada Laode Syarif," tandasnya.