Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto membacakan sumpah saat upacara pelantikan menteri dan kepala lembaga tinggi negara Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto membacakan sumpah saat upacara pelantikan menteri dan kepala lembaga tinggi negara Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTO

Presiden Prabowo menggelar Sidang Kabinet Paripurna perdana usai resmi dilantik. Sidang kabinet tersebut dibuka dengan pidato oleh Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkap alasan membentuk badan baru, yakni Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Kata dia, badan baru tersebut bukanlah untuk mencampuri kewenangan Kementerian terkait.

“Badan ini akan mempelajari, akan mengikuti semua program, program perlindungan sosial, semua program, program bantuan, ke golongan rakyat, yang masih perlu bantuan,” kata Prabowo dalam acara tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10).

“Bukan saya ingin mencampuri pekerjaannya kementerian, tidak, tapi saya ingin, membantu di mana ada bottleneck, di mana ada kesulitan, segera kita atasi,” sambungnya.

Presiden Prabowo Subianto melantik Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Prabowo lantas mengakui bahwa birokrasi di Indonesia masih berbelit dan lambat. Ia lantas meminta kepada para menterinya itu agar memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Bahkan ada pembicaraan oleh rakyat kita, bahwa birokrasi pemerintah kita sering mempersulit, bukan mempermudah keperluan rakyat. Bahkan, ada yang mengatakan, kalau bisa, dibikin sulit kenapa dibikin mudah,” ungkapnya.

Suasana Pelantikan Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelum sidang kabinet mengatakan agar ke depan data penerima bantuan sosial hanya satu pintu.

“Ke depan ini kita coba mau kita integrasikan sehingga yang dijadikan referensi itu adalah data yang sama, ini yang pada fase awal ini kita akan konsolidasi,” ucapnya di Istana Negara Jakarta.

“Setelah itu baru intervensinya, bisa dari berbagai instansi, saya kira badan penanggulangan kemiskinan misalnya itu juga nanti bisa menjadi bagian yang tak terpisahkan,” imbuhnya.