Prabowo Ungkap Potensi Negara-negara Timur Tengah Punya Senjata Nuklir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Benda-benda dicegat di langit setelah Iran meluncurkan drone dan rudal ke arah Israel, seperti yang terlihat dari Ashkelon, Israel (14/4/2024)  Foto: Amir Cohen/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Benda-benda dicegat di langit setelah Iran meluncurkan drone dan rudal ke arah Israel, seperti yang terlihat dari Ashkelon, Israel (14/4/2024) Foto: Amir Cohen/REUTERS

Presiden Prabowo Subianto menilai negara-negara di Timur Tengah berpotensi ingin menjadi pemilik senjata nuklir. Keinginan memiliki senjata nuklir tidak terlepas dari eskalasi konflik yang terus menerus terjadi.

"Sore tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi. Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir," kata Prabowo saat menggelar pertemuan dengan Kadin Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7).

Menurut Prabowo keinginan memiliki senjata nuklir tersebut menular ke negara-negara teluk hingga Mesir.

"Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir," tutur Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) menyampaikan pidato saat peresmian hasil program revitalisasi Cagar Budaya Nasional di Stasiun Semarang Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

Melalui sambutannya di hadapan para pengusaha, Prabowo menjelaskan mengapa kawasan Timur Tengah kerap dilanda konflik.

"Kenapa ribut di Timur Tengah? Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuklah perang sudah ratusan tahun di situ," kata Prabowo.

Prabowo kemudian mengingatkan bahwa politik adu domba atau Divide et Impera adalah nyata adanya. Bukan sekadar tulisan di buku-buku sejarah.

"Jadi saudara-saudara, ini saya dengan panjang lebar saya tekankan kembali ke saudara-saudara, karena apa yang kita bahas sedang, sedang terjadi di depan mata kita. Tiap sore tiap malam kita lihat dalam berita-berita," kata dia.