Prabowo Ungkap RI Mau Punya Terminal Khusus Haji, Harap Bisa Persingkat Waktu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pidato saat rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih, 8 April 2026. Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pidato saat rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih, 8 April 2026. Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengaku telah mendapatkan izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia memiliki terminal khusus haji. Terminal khusus ini diharapkan dapat mempersingkat waktu perjalanan.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4).

"Saya sudah mengajukan dan diprinsip sudah disetujui. Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia untuk punya terminal khusus haji. Jadi terminal itu khusus haji kita supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar," ujar Prabowo.

Selama ini,jemaah haji Indonesia mendarat di dua bandara utama, yaitu Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah (90 km dari Makkah) dan Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah — 450 km dari Makkah.

Kedatangan jemaah haji gelombang kedua JKG 27 dan PDG 10 di Bandara Jeddah, Jumat (24/5/2024). Foto: Dok MCH 2024

Kerja Sama Garuda-Saudia

Prabowo juga langsung menginstruksikan Garuda Indonesia dan Danantara untuk melobi maskapai Saudia (dulu Saudi Arabian Airlines). Tujuannya, agar bisa dilakukan kerja sama atau joint venture.

"Garuda dan Saudi Air membuat joint venture. Jadi selama ini pesawat Garuda bawa haji ke Tanah Suci, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis, tidak masuk akal," ungkapnya.

Jemaah haji Indonesia usai turun dari bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Rabu (14/5/2025). Foto: Moh Fajri/kumparan

Dengan kerja sama yang dibangun, Prabowo berharap, perjalanan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi bisa berlangsung lebih efektif dan efisien.

"Saya katakan, 'kenapa gak kerja sama bikin anak usaha 50:50'. Kita pesawat terbang ini ke Arab penuh, ke Indonesia penuh. Harga bisa turun lagi waktu bisa lebih singkat lagi ini supaya bisa dikerjakan," jelasnya.

Saudia Airlines. Foto: Bradley Caslin/Shutterstock

Prabowo meminta agar kerja sama ini bisa segera direalisasikan.

"Ini harus kerja cepat pemerintah ini kerja cepat, nanti Dirut Garuda menghadap saya," katanya. Dirut Garuda sekarang adalah Letjen Purn Glenny H. Kairupan.

Adapun Garuda dan Saudia merupakan maskapai utama untuk menerbangkan jemaah haji Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Foto: Dok. Garuda Indonesia