Prabowo: Waktu Saya Ambil Alih Pemerintahan, Saya Kaget Parahnya Korupsi RI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

Presiden RI Prabowo Subianto dalam penutupan Musyawarah Nasional VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden RI Prabowo Subianto dalam penutupan Musyawarah Nasional VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Presiden Prabowo Subianto menyinggung parahnya masalah korupsi di Indonesia. Menurutnya, korupsi di Indonesia sangat memprihatinkan.

Prabowo bilang, masalah korupsi pasti ada di seluruh negara dunia. Namun, khusus di Indonesia, masalah korupsi sudah sangat parah.

"Korupsi masih sangat berlaku, kita mengerti hampir semua negara ada. Tapi harus kita akui di negara kita dalam keadaan yang sangat-sangat memprihatinkan," kata Prabowo saat menghadiri penutupan Munas VI PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9).

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai tiba di Tanah Air pada Sabtu (27/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Eks Menhan ini menuturkan, dirinya sempat kaget ketika mengambil alih pemerintahan dari Presiden ke-7 Jokowi. Sebab, kasus korupsi di RI sangat parah.

"Waktu saya ambil alih pemerintahan, saya makin kaget, saya tidak menduga parahnya korupsi tersebut. Tapi saya bertekad saya harus tegakkan pemerintah yang bersih," kata Prabowo disambut takbir kader PKS.

"Hanya dengan pemerintahan yang bersih, Indonesia bisa bangkit," kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto bersiap memimpin upacara Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Prabowo menegaskan, rakyat Indonesia sudah memahami inti dari masalah korupsi. Ia bertekad untuk memberantas korupsi.

"Rakyat sudah mengerti, tahu, dan pemerintah yang saya pimpin, saya sendiri sebagai mandataris, penerima mandat, kekuasaan dari rakyat, saya bertekad menjalankan janji dan sumpah saya kepada rakyat dan bangsa Indonesia," ucap Prabowo.