Prabowo: Yang Bilang Rakyat Gak Minta Makan Otaknya Lamban, Jangan Jadi Pemimpin

20 Januari 2024 14:24 WIB
·
waktu baca 2 menit
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (kanan) berorasi saat menghadiri Bahaupm Bide Bahana (Silaturahim) Pasukan Merah TBBR di Pontianak, Sabtu (20/1/2024). Foto: Jessica Wuysang/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (kanan) berorasi saat menghadiri Bahaupm Bide Bahana (Silaturahim) Pasukan Merah TBBR di Pontianak, Sabtu (20/1/2024). Foto: Jessica Wuysang/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyindir capres yang membandingkan internet gratis dengan makan siang gratis. Ia menyebut capres itu dinilai memiliki otak yang agak lamban.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut diungkap Prabowo saat memberikan orasi politik di hadapan ribuan warga di Qubu Resort, Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu (20/1) siang.
Mulanya, Prabowo bertanya apakah masyarakat lebih mengharapkan mendapatkan makan gratis atau internet gratis dari pemerintah.
"Saya tanya ke rakyat, lebih penting makan atau internet?" tanya Prabowo.
"Makan, makan," saut warga Pontianak.
Lalu, Prabowo pun menyatakan orang yang lebih memilih internet gratis daripada makan gratis sebagai orang dengan otak yang agak lamban. Menurutnya tidak layak memimpin bangsa.
"Orang yang bilang rakyat enggak minta makan itu anaknya saya kira otaknya agak... agak lamban. Kalau orang otaknya enggak jalan, ya jangan jadi pemimpin," katanya.
Lebih lanjut, Prabowo menuturkan bahwa program makan siang gratis sudah diadaptasikan di 76 negara dunia. Bahkan, ada 5 negara lagi yang akan ikut membuat program makan siang gratis.
ADVERTISEMENT
"Saudara-saudara sekalian, sudah ada 76 negara di seluruh dunia yang memberikan anak-anaknya makan siang, dan sudah ada 5 negara lain yang rencana akan memberikan makan segera. Jadi, kita harus cepat-cepat," katanya.
"Anak-anak kita perlu makanan bergizi saudara-Saudara sekalian, supaya apa? Supaya anak-anak Indonesia tumbuh dengan kuat, ototnya kuat, tulangnya. Yang paling penting cerdas otaknya Saudara-Saudara sekalian," tandas dia.