Prajurit Ukraina di Kota Avdiivka Dikepung dari 3 Sisi oleh Pasukan Rusia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang tentara cadangan Rusia yang baru menembakkan peluncur granat berpeluncur roket (RPG) selama pelatihan di wilayah Donetsk, Ukraina yang dikuasai Rusia. Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang tentara cadangan Rusia yang baru menembakkan peluncur granat berpeluncur roket (RPG) selama pelatihan di wilayah Donetsk, Ukraina yang dikuasai Rusia. Foto: Alexander Ermochenko/REUTERS

Ukraina telah mengerahkan tentaranya ke kota Avdiivka yang dikepung dari tiga sisi oleh pasukan Rusia. Kota di bagian timur Ukraina itu kini situasinya 'sangat kritis'.

Dikutip dari AFP, pengumuman bala bantuan ini disampaikan ketika serangan roket Ukraina di kota perbatasan Rusia, Belgorod, menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Ukraina mengatakan empat orang tewas menyusul serangkaian serangan udara dan rudal Rusia.

Kedua belah pihak meningkatkan serangan udara ketika perang mendekati akhir tahun kedua. Posisi Ukraina di sekitar Avdiivka di wilayah timur Donetsk semakin berbahaya.

“3rd Separate Assault Brigade mengkonfirmasi bahwa mereka segera dikerahkan kembali untuk memperkuat pasukan Ukraina di wilayah Avdiivka,” kata brigade tersebut dalam sebuah unggahan di Telegram.

Mereka menggambarkan situasi di Avdiivka 'sangat kritis', 'mengancam' dan 'tidak stabil'. Rusia bahkan disebut telah menerjunkan kekuatan dan sumber daya tambahan ke kota tersebut.

“Avdiivka berisiko jatuh ke dalam kendali Rusia,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby kepada wartawan di Washington, mengutip laporan Ukraina.

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan, pihaknya mengirimkan dukungan sebanyak mungkin kepada pasukan di wilayah tersebut.

“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan bahwa prajurit kami memiliki kemampuan manajerial dan teknologi yang cukup untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa warga Ukraina,” kata Zelensky dalam pidatonya.

Membawa pasokan dan mengevakuasi beberapa ratus warga sipil yang masih tersisa adalah hal yang rumit, kata juru bicara militer Ukraina.

Pasukan Rusia, yang hampir berhasil mengepung kota tersebut melalui serangkaian serangan berdarah yang dilancarkan tahun lalu, telah mencapai progress serangan dalam beberapa hari terakhir.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada akhir Januari bahwa pasukan Rusia telah mencapai pinggiran kota. Mereka juga telah memotong akses jalan utama ke kota tersebut, menurut laporan dari blogger militer Ukraina dan Rusia.