Pram Akan Bongkar JPO 'Love-Hate Relationship' Rasuna Said Lama: Love Satu Aja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah tegas untuk mengakhiri drama fasilitas pejalan kaki di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Setelah meninjau langsung kondisi di lapangan saat agenda Car Free Day (CFD), Pramono memutuskan untuk membongkar JPO lama dan memusatkan seluruh akses penyeberangan ke JPO anyar yang terintegrasi dengan stasiun LRT Jabodebek.

Langkah ini diambil guna menyulap JPO Rasuna Said yang selama ini bikin warga dilema "love-hate relationship".

"Sebenarnya dua JPO ini posisinya sama, yaitu untuk menyeberang dan kemudian digunakan sebagai fasilitas untuk LRT dan sebagainya," kata Pramono di lokasi CFD Jakarta, Minggu (9/8).

"Setelah saya berdiskusi dengan Kepala Dinas Bina Marga, dengan Wali Kota Jakarta Selatan, Dinas Perhubungan, dan juga Dinas Kominfotik, saya sudah memutuskan bahwa yang satu akan kita bongkar," sambungnya.

Tak Ramah Disabilitas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan ketersangan pers di Balai Kota, Jakarta, Selasa (4/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pramono mengungkapkan, keberadaan dua JPO yang berdempetan tersebut merupakan wujud nyata dari ego sektoral dan kurangnya komunikasi kebijakan pemimpin pada masa lalu. JPO lama yang dibangun Pemprov DKI sejak era 80–90-an dinilai sudah usang dan memiliki beda tinggi dibanding fasilitas baru.

"Dulu dalam membuat kebijakan, ego pemimpinnya tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga dua JPO ini fungsinya sama persis. Bedanya, JPO lama betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas karena ada beda tinggi yang cukup tinggi. Maka saya putuskan yang lama akan kita bongkar agar love-nya satu saja, love satu yang baru," tegas Pramono.

Dengan dibongkarnya struktur lama, Pemprov DKI Jakarta akan memfokuskan seluruh perawatan, pembenahan lift, dan fasilitas pendukung pada JPO baru milik LRT/KAI.

Hal tersebut dilakukan demi menjamin kenyamanan, keamanan, serta kemudahan mobilitas seluruh warga, terutama kelompok penyandang disabilitas.

Target Selesai September–Oktober

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Terkait teknis pelaksanaan, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan bahwa JPO lama merupakan aset resmi milik Pemprov DKI. Oleh karena itu, tahap awal pembongkaran harus melalui pencatatan dan pelelangan aset di Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).

Pramono menegaskan bahwa proses pembongkaran fisik memakan waktu sekitar 2–3 minggu setelah lelang selesai dan tidak akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas Rasuna Said karena pengerjaan teknis dilakukan pada malam hari.

"Sama seperti pemotongan tiang monorail kemarin, alhamdulillah lalu lintas tidak terganggu. Target kita paling lambat September atau Oktober semuanya sudah selesai," pungkas Pramono.