Pram Bicara Program Pendidikan Jakarta: KJP Plus hingga Beasiswa Luar Negeri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Education Internasional Asia-Pacific Regional Conference, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada Education Internasional Asia-Pacific Regional Conference, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Pemprov DKI menyiapkan sejumlah program untuk memperluas akses pendidikan, mulai dari bantuan biaya pendidikan bagi siswa dan mahasiswa hingga beasiswa kuliah ke luar negeri bagi warga Jakarta.

Pramono mengatakan, Pemprov DKI saat ini memberikan bantuan pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada lebih dari 700 ribu penerima dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada lebih dari 50 ribu mahasiswa.

"Kami memberikan dukungan finansial kepada siswa, mulai dari jenjang sekolah hingga perguruan tinggi," kata Pramono dalam Education International Asia-Pacific Regional Conference ke-10 di Jakarta, Selasa (13/10).

Selain bantuan biaya pendidikan, Pramono mengatakan Pemprov DKI menargetkan renovasi 90 gedung sekolah sejak 2025 untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di Jakarta.

Fasad bangunan baru SDN Pekayon 05 dan SMP Negeri 91 Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

"Sejak 2025, kami menargetkan renovasi 90 gedung sekolah untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di seluruh kota," ujarnya.

Pemprov DKI juga menyiapkan program beasiswa untuk warga Jakarta yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Program tersebut ditujukan untuk membuka kesempatan bagi masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.

"Selain itu, untuk tahun depan, kami sedang mempersiapkan LPDP Jakarta. Kami berharap masyarakat yang memiliki ambisi besar, termasuk mereka yang berasal dari kalangan bawah, memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri," jelas Pramono.

Selain itu, Pemprov DKI juga memperluas akses pendidikan melalui program Sekolah Gratis yang mencakup 103 sekolah swasta di Jakarta.

Suasana hari pertama masuk sekolah di SDN 07 Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Senin (14/7). Foto: Abid Raihan/kumparan

Pramono mengatakan, dukungan pemerintah juga diberikan kepada guru, termasuk yang mengajar di sekolah swasta.

"Komitmen kami mencakup dukungan bagi para guru, termasuk guru di sekolah swasta, sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas melalui program sekolah swasta gratis yang kami sebut Sekolah Gratis. Saat ini, program tersebut telah mencakup 103 sekolah swasta di Jakarta," ujar dia.

Pramono menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta telah mencapai 85,05, tertinggi di Indonesia. Ia juga menyampaikan bahwa Jakarta saat ini menempati peringkat pertama sebagai kota pelajar di Indonesia.

"Angka ini merupakan yang tertinggi di Indonesia," tegas Pramono.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan dukungan terhadap tenaga pendidik dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Bersama-sama, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat dukungan bagi para guru, dan menemukan cara yang lebih baik untuk merespons tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini," ujar Pramono.