Pram Ingin Pengurusan SIM di MPP Tak Perlu Tunggu 3-4 Hari: 10 Menit Selesai

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Mal Pelayanan Publik, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/10). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Momen kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Mal Pelayanan Publik, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/10). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin pengurusan surat izin mengemudi (SIM) dapat dilakukan secara lebih terintegrasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) DKI Jakarta.

Pram menyoroti proses pencetakan SIM yang saat ini masih dilakukan di luar MPP sehingga warga harus menunggu hingga tiga sampai empat hari.

Pramono mengatakan, proses pengurusan izin SIM sebenarnya dapat dilakukan dalam waktu singkat sekitar 5 hingga 10 menit. Namun, proses pencetakannya masih dilakukan di luar sehingga warga harus menunggu beberapa hari.

"Saya ingin SIM itu bisa selesai di sini. Karena sekarang ini kan dicetaknya di luar, sehingga kita harus menunggu tiga sampai empat hari. Padahal kalau izin itu sebenarnya lima sampai sepuluh menit selesai," kata Pramono usai mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP)DKI Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/10).

Karena itu, Pramono meminta agar proses pelayanan SIM dapat diintegrasikan sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan SIM.

Ingin Pengurusan Paspor Juga Terintegrasi

Momen kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Mal Pelayanan Publik, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (2/10). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Selain SIM, Pramono juga berharap layanan paspor dapat terintegrasi di MPP DKI Jakarta. Dia ingin paspor nantinya juga dapat dicetak di lokasi tersebut.

"Saya juga berharap paspor bisa dicetak di sini, sehingga betul-betul one stop service," ujar Pramono.

Pramono menilai, integrasi berbagai layanan dalam satu lokasi penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih terpadu.

Dia meminta jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta untuk terus melakukan evaluasi terhadap layanan yang tersedia di MPP.

"Kita akan lihat apa lagi yang perlu kita evaluasi," kata Pramono.