Pram Minta TransJ Kelola Transportasi ke Pulau Seribu: Profesional & Transparan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi "Pelabuhan Pulau Pari" usai di revitalisasi, Kepulauan Seribu, Jumat (13/3/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi "Pelabuhan Pulau Pari" usai di revitalisasi, Kepulauan Seribu, Jumat (13/3/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan pengelolaan transportasi dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu akan dialihkan kepada Transjakarta mulai tahun depan.

Pramono mengatakan selama ini layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu masih dikelola oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Namun, pengelolaan tersebut dinilai perlu dialihkan kepada badan yang memiliki pengalaman dalam mengelola transportasi secara profesional.

“Mulai tahun depan sepenuhnya akan dikelola oleh Transjakarta (transportasi ke Pulau Seribu),” kata Pramono saat menghadiri Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/8).

Pramono menjelaskan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan pengalaman Transjakarta dalam mengelola layanan transportasi di Jakarta maupun layanan Transjabodetabek.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Jakarta Asset Forum & Expo 2026 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Menurutnya, manajemen Transjakarta saat ini relatif baik dan transparan. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk meningkatkan pengelolaan transportasi menuju Kepulauan Seribu.

“Kenapa Transjakarta? Pengalaman Transjakarta untuk mengelola transportasi baik di dalam Jakarta sendiri maupun kemudian menjadi Transjabodetabek, alhamdulillah berjalan dengan baik walaupun tarifnya sebenarnya masih sangat rendah sekali,” ujarnya.

“Maka kami meyakini dengan pengalaman itu dan juga dengan manajemen yang sekarang ini relatif baik dan transparan, saya yakin tahun depan mudah-mudahan untuk transportasi ke Kepulauan Seribu bisa diatur dengan baik,” sambungnya.

Foto udara wisata Benteng Matello di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Pramono menilai pengelolaan oleh Transjakarta diharapkan dapat membuat layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu berjalan lebih profesional.

“Sekarang ini sebenarnya semuanya dikelola oleh Dinas Perhubungan, tetapi karena birokrasi yang mengelola berbeda dengan private ataupun BUMD ataupun swasta, maka dengan demikian kami sudah memutuskan mulai tahun depan sepenuhnya akan dikelola oleh Transjakarta,” tutur Pramono.

Targetkan Akses ke Kepulauan Seribu Lebih Mudah

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat menghadiri Jakarta Asset Forum & Expo 2026 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Pramono sebelumnya menyebut transportasi menuju Kepulauan Seribu menjadi salah satu bagian dari transformasi transportasi Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin akses menuju wilayah kepulauan tersebut dapat dikelola lebih baik.

Pramono meyakini Transjakarta memiliki kemampuan untuk mengelola layanan tersebut berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki.

“Kami sudah memutuskan untuk ke Pulau Seribu yang mengelola adalah Transjakarta. Dan kami meyakini kalau Transjakarta, mereka pasti punya kemampuan untuk itu,” kata Pramono.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut mendukung upaya peningkatan konektivitas menuju Kepulauan Seribu.

AHY mengatakan akses transportasi ke Kepulauan Seribu harus dibuat semakin dekat, mudah diakses, dan terjangkau masyarakat.

“Bukan hanya mereka yang punya kapal pesiar bisa datang ke Kepulauan Seribu, tapi warga Jakarta benar-benar bisa berkunjung ke pulau-pulau itu baik untuk bekerja, untuk wisata, dan lain sebagainya harus kita dorong,” kata AHY.

AHY menilai peningkatan konektivitas antarpulau juga menjadi bagian penting dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global.