Pram: Rencana Pembatasan Akses Medsos untuk Anak Harus Dikaji Lebih Mendalam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di acara pengukuhan 1.000 siswa duta Tramtibum (PRABU) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/11).  Foto: Dok. Pusdatin Satpol PP
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di acara pengukuhan 1.000 siswa duta Tramtibum (PRABU) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/11). Foto: Dok. Pusdatin Satpol PP

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa wacana pembatasan akses media sosial untuk anak masih dalam tahap pendalaman. Menurut dia, Pemprov DKI ingin membahas kebijakan tersebut secara substansial.

“Jadi sekarang lagi didalami. Saya juga menerima KPAI dan juga lembaga-lembaga yang terkait. Memang saya berkeinginan untuk membahas ini tentunya harus dalam. Harus secara substansi, secara mendalam bisa mengatasi persoalan yang ada,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/11).

Pramono menyebut, tren negara maju sudah mulai menerapkan pembatasan umur untuk akses media sosial. Namun, Jakarta masih mengkaji lebih jauh sebelum mengambil keputusan.

“Karena sekarang ini kan trennya di negara-negara maju mulai ada pembatasan umur yang boleh melihat medsos. Tetapi sekali lagi, Jakarta, kami akan mengkaji lebih dalam. Untuk itu, nanti pada saatnya pasti akan kami sampaikan,” kata Pramono.

Wacana Batasi Akses Medsos

Pramono Anung menyampaikan Dinas Pendidikan DKI tengah menyiapkan langkah pembatasan akses terhadap konten-konten media sosial yang dinilai dapat menginspirasi tindakan kekerasan pada siswa.

Kebijakan itu dirumuskan setelah insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara, yang terjadi pada Jumat (7/11).

“Sekarang sedang dirumuskan oleh Dinas Pendidikan agar tidak semua anak itu dengan gampang melihat peristiwa-peristiwa atau kejadian seperti yang di YouTube, yang kemudian menginspirasi anak-anak kita untuk melakukan seperti yang terjadi di SMAN 72,” ujarnya ketika ditemui usai meresmikan Kampung Tanah Harapan di Jakarta Utara, Selasa (15/11).