Pram: Sampah Menggunung di Kramat Jati Imbas Dampak Longsor di Bantargebang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan tumpukan sampah yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, termasuk di Kramat Jati, merupakan dampak dari longsor di zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Ia menjelaskan, peristiwa longsor tersebut menyebabkan terganggunya proses pengelolaan sampah sehingga menimbulkan penumpukan di beberapa titik.

“Sebagai akibat longsor pada waktu itu di zona 4A kemudian memang harus ada waktu 10 hari untuk apa kita tata kembali,” ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/3).

Suasana tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia mengakui, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di satu wilayah, melainkan di beberapa lokasi di Jakarta. Namun, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan penanganan secara bertahap.

“Tapi sekarang ini sudah tertata kembali dan beberapa tumpukan bukan hanya di Kramat Jati, di beberapa tempat juga terjadi,” katanya.

Menurut Pramono, saat ini kondisi sudah berangsur normal setelah operasional di Bantargebang kembali berjalan.

Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

“Tetapi sekarang ini hampir semua tumpukan itu sudah bersih kembali karena memang Bantargebang sudah bisa digunakan kembali,” tambahnya.

Sebelumnya, salah satu tumpukan sampah sempat terjadi di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Tumpukan sampah setinggi sekitar 6 meter tampak menggunung di tempat penampungan sementara (TPS) pada Minggu (29/3).

Gunungan sampah tersebut berada tepat di depan deretan lapak pedagang sayur, sehingga memicu bau menyengat yang tercium hingga ke dalam area pasar.