Pram Stop Sementara Commissioning RDF Rorotan Imbas Bau Air Sampah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas keamanan berjaga di RDF Plant Rorotan, Jakarta, Selasa (25/3/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas keamanan berjaga di RDF Plant Rorotan, Jakarta, Selasa (25/3/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menghentikan sementara proses commissioning fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, setelah muncul keluhan bau sampah dari warga sekitar.

Pram mengatakan, sumber bau itu bukan berasal dari operasional RDF itu sendiri, melainkan dari truk pengangkut sampah yang tidak compact, sehingga air lindi [limbah cair] tumpah di jalan.

“Persoalannya bukan di RDF-nya. Masyarakat sebenarnya tidak komplain terhadap itu,” kata Pramono di Ruang Limpah Sungai Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/11).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau wilayah Jati Padang, Jakarta Selatan yang terdampak tanggul jebol, Selasa (4/11/2025). Foto: Dok. Diskominfotik DKI Jakarta

“Yang menjadi masalah adalah ketika sampah dilakukan mobilisasi atau pengangkutan, truknya itu tidak compact, sehingga air lindinya tumpah. Dan kemudian inilah yang menyebabkan bau,” sambungnya.

Ia mengungkapkan, commissioning RDF Rorotan telah berjalan hampir satu bulan. Namun, keluhan bau baru muncul dalam dua hingga tiga hari terakhir, bertepatan dengan curah hujan tinggi yang membuat sampah lebih basah.

Foto udara bangunan sistem pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-WIKA

Pramono telah memerintahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk menghentikan sementara proses commissioning hingga armada pengangkut yang lebih kedap disiapkan.

“Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk sementara commissioning-nya dihentikan terlebih dahulu, dipersiapkan sampai dengan adanya truk yang compact, yang bisa membawa sampah ke Rorotan,” kata Pram.

RDF Rorotan yang dibangun sebagai fasilitas pengolahan sampah alternatif, belakangan dikeluhkan warga sekitar karena menimbulkan bau menyengat.

Sejak beroperasi, pasokan sampah yang masuk melebihi kapasitas penanganan, sehingga sebagian sampah menumpuk di area terbuka.

Kondisi ini memicu keluhan warga sekitar yang merasa terganggu, terutama pada malam hari ketika angin membawa aroma ke permukiman.