Pram Sudah Bicara dengan Adhi Karya, Sebut Tiang Monorel Rasuna Dibongkar 2026

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pengendara melintas saat penerapan WFH di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (1/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pengendara melintas saat penerapan WFH di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (1/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya telah berbicara dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk terkait rencana pembongkaran tiang-tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Adhi Karya merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kepemilikan aset tiang monorel tersebut.

“Untuk monorel, tentunya kami sudah berbicara dengan Adhi Karya, tetapi nanti apa hasil pembicaraannya, silakan tanyakan kepada Adhi Karya. Tetapi, kami sudah merencanakan, kemarin dalam rapat paripurna DKI Jakarta, saya sudah memberikan batas waktu,” jelas Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Cakung, Jakarta, Selasa (21/10).

Menurutnya, proses pembongkaran diharapkan bisa dimulai pada Januari 2026.

“Mudah-mudahan Januari segera bisa kita mulai dan tahun 2026 bisa selesai, dan membuat Jakarta, terutama di wilayah Rasuna Said menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Suasana acara lari One Run 2025 yang digelar di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, pada Minggu (25/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pramono menambahkan, pembenahan kota tidak hanya difokuskan pada kawasan pusat bisnis seperti Sudirman dan Thamrin, tetapi juga wilayah lain di Jakarta.

“Sekarang ini konsentrasi membangun tidak hanya di Jakarta Pusat atau di Sudirman. Sekarang daerah-daerah, kalau dilihat termasuk ketika tadi datang ke tempat ini, kolong-kolong jalan tol, kemudian di bawahnya, saya sudah minta untuk dilakukan perbaikan. Termasuk dibuatkan grafiti, mural di taman-taman yang ada,” katanya.

Ia menyebut, akan segera meresmikan sejumlah ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA) baru.

“Dan mungkin dalam waktu dekat ini saya akan banyak sekali untuk meresmikan taman-taman sebagai RPTRA baru yang memang tidak luas, tetapi sangat berguna bagi masyarakat,” tutupnya.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Foto: Abid Raihan/kumparan

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana membenahi kawasan Jalan Rasuna Said, termasuk keberadaan tiang-tiang monorel yang telah mangkrak selama hampir dua dekade.

Pramono mengaku sudah 'gatal' melihat proyek tersebut yang tak kunjung terselesaikan.

“Jadi ada dua yang saya ingin betul sejak awal dirancang dipersiapkan secara baik. Yang pertama berkaitan dengan monorel yang ada di Rasuna Said yang sudah hampir 21 tahun tidak terselesaikan,” kata Pramono di Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).

“Saya terus terang gatal, gatal itu apa ya, berkeinginan banget untuk menyelesaikan itu,” tambahnya.

Menurut Pramono, keputusan pembenahan Rasuna Said diambil setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia meyakini langkah tersebut tak hanya memperbaiki estetika kota, tetapi juga mengurai kemacetan di kawasan tersebut.