Pram Terima Aduan Banyak Anak Muda Mesum di Taman: Kita Tertibkan, Pasang CCTV
·waktu baca 2 menit

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku mendapat banyak laporan terkait muda-mudi yang memanfaatkan fasilitas taman 24 jam untuk pacaran.
Pram sejak dilantik jadi gubernur memutuskan membuka taman di Jakarta selama 24 jam. Ia mengatakan, pihaknya akan segera menertibkannya anak muda mesum ini dengan cara memasang CCTV.
"Bahwa saya mendapatkan masukan termasuk di salah satu taman ada muda-mudi yang pacaran kemudian terekam di dalam CCTV dan saya sudah mendapatkan laporannya. Tentunya yang seperti ini ditertibkan," kata Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (15/6).
Eks Seskab era Presiden Jokowi ini mengatakan, temuan itu tidak akan membatalkan kebijakan pembukaan taman selama 24 jam. Sebab kebijakan ini juga mendapatkan respons positif dari masyarakat.
Ia bahkan akan memanfaatkan taman 24 jam ini sebagai area perayaan HUT Jakarta pada Juli mendatang.
"Bukan kemudian yang taman yang buka 24 jam terus setop, nggak. Termasuk nanti untuk acara HUT Jakarta saya sudah meminta untuk diadakan di salah satu taman yang dibuka 24 jam," kata dia.
Politikus PDIP ini menegaskan, kebijakannya membuka fasilitas umum di Jakarta selama 24 jam bukan untuk mengatasi tawuran, tapi memastikan masyarakat mudah merasakan fasilitas umum.
"Seperti tempat ini, perpustakaan ketika saya buka jam 10, orang kan mengaitkan ini dengan tawuran, orang berantem, padahal nggak ada hubungannya sama orang tawuran," ungkapnya.
Pram juga Bakal Tertibkan Parkir Liar
Pram juga menyoroti masalah parkir liar yang marak di kawasan Jalan Kebon Kacang. Kawasan ini terdapat beberapa kantong parkir liar untuk pekerja maupun pengunjung pusat perbelanjaan besar seperti Plaza Indonesia dan Grand Indonesia.
“Termasuk di belakang GI yang sekarang ini mengalami penyempitan karena begitu banyak parkir motor dan sebagainya. Kami akan tertibkan,” kata Pramono.
“Jadi saya sebagai gubernur memang jujur setiap waktu, setiap saat orang di tempat medsos saya dan berbagai hal melaporkan itu,” tuturnya.
Tidak hanya parkir liar, Pram juga akan menertibkan pedagang kaki lima yang saat ini marak berjualan di trotoar yang secara fungsi diperuntukkan untuk para pejalan kaki.
“Terutama di daerah-daerah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat di Pedestriannya mulai kita tata lah, kita sambungkan. Memang tidak bisa langsung semuanya, nggak mungkin lah. Karena itu butuh biaya yang cukup tinggi tetapi kami memulai dan untuk memulai itu disabilitas menjadi prioritas,” tuturnya.
