Pram: Transportasi Umum di Jakarta Harus Ramah Anak, Perempuan dan Disabilitas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Agenda Penandatanganan Surat Keputusan Bersama Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Bagi Perempuan dan Anak, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Agenda Penandatanganan Surat Keputusan Bersama Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Bagi Perempuan dan Anak, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan fasilitas transportasi umum di Jakarta harus ramah terhadap anak, perempuan dan penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan Pramono dalam penandatanganan Surat Keputusan Bersama Program Percontohan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/6).

Pramono mengatakan pengembangan transportasi publik di Jakarta tidak hanya berfokus pada konektivitas dan jumlah pengguna, tetapi juga aspek keamanan dan inklusivitas bagi kelompok rentan.

“Tetapi kami menggarisbawahi bahwa semua fasilitas [transportasi] itu harus ramah anak, ramah perempuan, dan ramah disabilitas,” kata Pramono.

Ia menyebut saat ini konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai 93 persen. Namun, tingkat pemanfaatan transportasi umum secara rutin baru berada di kisaran 28 persen dan akan ditingkatkan terus hingga di atas 30 persen.

Sejumlah penumpang memadati Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

“Dan sekarang ini kami sedang mengembangkan semua transportasi di Jakarta yang konektivitasnya sudah 93 persen, tetapi baru termanfaatkan secara terus-menerus hampir 28 persen. Maka kami ingin tingkatkan di atas 30 persen,” ujarnya.

Pramono mengatakan peningkatan kualitas layanan transportasi menjadi bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global.

Ia juga menyinggung perkembangan jaringan TransJabodetabek yang terus diperluas untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.

“Bahkan sekarang ini sudah ada 14 TransJabodetabek, dari Bogor ke Blok M itu hanya Rp 3.500. Dari Blok M ke Soekarno Hatta juga hanya Rp 3.500, sampai dengan Blok M, PIK 2 juga Rp 3.500 dan seterusnya,” tutur dia.

Menurut Pramono, peningkatan jumlah pengguna transportasi umum harus diiringi dengan jaminan rasa aman dan nyaman, terutama bagi perempuan dan anak.

“Semua bus yang ada semuanya yang di depan adalah untuk perempuan."

--Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengeklaim transportasi Jakarta kini menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Pramudi Mikrotrans mendorong kendaraannya di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (19/11/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

“Jakarta sekarang ini transportasinya sudah menjadi nomor 17 di dunia,” tegasnya.

Ia pun mengajak para pejabat kementerian yang hadir untuk mencoba langsung layanan transportasi publik Jakarta seperti TransJakarta dan TransJabodetabek.

“Jadi saya dalam kesempatan ini, Pak Kapolri dan jajaran Bapak/Ibu Menteri, kami ingin mengundang Bapak-Ibu sekalian yang belum pernah naik TransJakarta, TransJabodetabek, harus dicoba dan tidak kalah dengan negara-negara besar di mana pun,” ujar Pramono.