news-card-video
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Pramono Bakal Cek Langsung Keluhan Warga soal Aroma Busuk dari RDF Rorotan

19 Maret 2025 18:23 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjawab pertanyaan wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjawab pertanyaan wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
ADVERTISEMENT
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara atas keluhan warga yang tinggal di sekitar RDF (Refuse Derived Fuel) Rorotan, Jakarta Utara. Mereka memprotes aroma busuk yang berasal dari proses pemusnahan sampah di RDF.
ADVERTISEMENT
Bahkan ada seorang anak yang mengeluh tidak berselera makan karena aroma sampah yang menyengat hingga rumahnya.
Pramono mengatakan, telah menerima semua laporan tersebut dan bakal mengecek langsung ke lapangan.
“Ya, saya [sudah] membaca keberatan atau keluh kesah dan sebagainya. Untuk itu supaya saya ke lapangan dululah, saya pengin lihat dulu ya [situasinya],” tutur Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (19/3).
“[Oleh karena itu] saya belum bisa berkomentar sebelum saya melihat langsung. Karena ini kan dibuat sebelum saya, jauh dan sekarang kan sudah jadi,” tambah dia.
RDF Rorotan telah didirikan sejak Mei 2024 di lahan seluas 7,78 hektare. Untuk membangun RDF ini, Pemprov DKI menggelontorkan dana lebih dari Rp 1,28 triliun. RDF Rorotan ini dapat mengolah 2.500 ton sampah per harinya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Pramono menyebutkan, Jakarta dapat menghasilkan kurang lebih 8.000 ton sampah dalam sehari.
Sedangkan tempat pengolahan sampah yang tersedia, seperti RDF di Bantar Gebang dan Rorotan, hanya mampu mengurangi sampah di Jakarta sampai dengan 2.000-3.000 ton sampah setiap harinya.
“Jakarta sekarang ini tiap hari rata-rata kurang lebih 8 ribu [ton] sampahnya, dan dengan proses yang ada, ada RDF di Bantar Gerbang maupun Rorotan, mudah-mudahan bisa turun nanti sampai dengan 5 ribu [ton sampah] dengan 6 ribu [ton sampah],” pungkasnya.